Kasus manipulasi finansial Nissan yang melibatkan mantan bosnya, Carlos Ghosn makin panas. Bekas orang nomor satu di pucuk kepemimpinan Nissan yang berafiliasi dengan Renault tersebut dikabarkan melarikan diri dari Jepang sehingga membuatnya jadi buronan Interpol.

Diberitakan oleh VOA Indonesia, Carlos Ghosn melakukan upaya melarikan diri keluar Jepang secara illegal. Sebelumnya Carlos Ghosn mendapatkan atensi dari imigrasi Jepang untuk tidak meninggalkan negara tersebut selama persidangan mengenai pelanggaran keuangan belum rampung.

Carlos Ghosn kedapatan melarikan diri ke Libanon pada 29 Desember lalu. Iatiba di Beirut setelah diselundupkan keluar Jepang lewat berbagai cara. Ia pergike Osaka menggunakan kereta cepat Shinkasen, kemudian menumpang taksi menuju bandara Kansai lalu meninggalkan Jepang dengan menggunakan jet pribadi sewaan.

Dalam penyelidikannya, media Wall Street Journal menyebut Ghosn disembunyikan di dalam kotak audio yang ditempatkan pada bagian belakang kabin pesawat. Maskapai penerbangan Turki mengklaim bahwa Ghosn menyewa dua jet secara ilegal dari Jepang ke Istanbul, kemudian bertolak ke Beirut.

Interpol sudah mengeluarkan surat penangkapan untuk Ghosn dan telah menahan “orang dalam” dari maskapai yang terlibat dalam pelarian Ghosn.

Sementara itu, pemerintah Jepang secara tegas juga langsung menerbitkan surat penangkapan atas Carlos Ghosn, termasuk istrinya Carole Ghosn atas upaya ini dan tuduhan pemberian kesaksian palsu saat persidangan di Tokyo tahun lalu.