Riding di atas Vespa keliling kota di akhir minggu bersama pasangan bisa menjadi pelipur tatkala penat secara perlahan kian kronis. Ketimbang galau melanda, memacu si lebah saat stagnansi jalan raya sedikit mencair menjadi ritual yang harus kami lakukan saat libur tiba. Ya, sedikit berdelusi romantisme ala Gregory Peck dan Audrey Hepburn saat bercengkerama di atas Vespa 125 dengan latar kota Roma.

Bedanya, jika di film tersebut sang wartawan bernama Joe Bradley bersama Putri Ann berlabuh di Bocca della Verita di Gereja Santa Maria, Roma, maka kali ini saya dan pasangan harus singgah di Casa Da Vespa. Tujuan utamanya sih ingin melakukan perawatan rutin Vespa kesayangan. Namun lantaran menggandeng si dia, targetnya terpaksa sedikit disamarkan dengan menjajal kudapan ringan di cafe yang masih menjadi bagian dari gerai yang berdiri di Jalan Abdul Majid Raya nomor 41, Cipete Selatan, Jakarta ini.

IMG_7548-1

Lalu, apakah khayalan saya soal film bertajuk Roman Holiday tersebut sirna? Pastinya tidak jika kita mengamati tatanan interior cafe yang didominasi oleh guyuran kelir hijau di tembok serta warna putih yang ada di deretan furniturenya. Apalagi di sebuah sudut berdiri kokoh sosok Lambretta  yang sengaja disandingkan dengan Vespa 946 dan Vespa 946 Emporio Armani di sudut lainnya. Membuat nuansa Negeri Pizza kian kental. Lantunan lembut Astrud Gilberto yang keluar dari pengeras suara menambah suasana menjadi lebih romantis. Cocok!

Tidak mau menunggu lama, kami berdua langsung memesan segelas Ice Cappucino dan Ice Green Tea untuk membasuh dahaga lantaran sengatan mentari di luar tadi. Sejurus kemudian, seorang pelayan dengan ramah mengantarkan minuman yang kami pesan tanpa sedetik pun melepas senyum dari wajahnya. Mungkin ini yang membuat beberapa rekan pehobi Vespa betah berlama-lama di gerai yang namanya berarti Rumah Vespa ini. Sambil menyeruput, otak saya langsung berputar mencari akal bagaimana caranya bisa servis motor di sebelah tanpa harus membuat pasangan sebal.

IMG_7669-1

Voila! Saya coba dengan memesan kudapan. Mungkin sambil menikmati makanan favorit si dia bisa saya tinggal sekejap. Tak disangka pria yang sedari tadi duduk di meja sebelah sontak menghampiri kami yang sedang kebingungan membolak-balik menu. “Mungkin Anda bisa memesan Almond Croissant atau Beef Saussage Puff yang menjadi andalan di cafe ini,” ujarnya. Wah, ide yang sangat membantu. Setelah mengucapkan terima kasih, saya lanjut memesan kedua menu yang katanya favorit pengunjung tadi.

Selagi pasangan saya sibuk mengunyah Almond Croissant yang menurutnya punya lapisan lembut dengan rasa menawan, saya segera bergegas menuju ke bengkel di samping. Ada 4 montir yang siap memberikan layanan terbaik untuk Vespa atau Piaggio Anda baik klasik ataupun modern. Biaya untuk service juga tergolong ramah di kantong, yaitu start from 110 ribu. Para Scooterist bisa menyambangi bengkel yang siap mengerjakan service ringan atau pun berat dari jam 10 pagi hingga bengkel tutup jam 8 malam ini.

IMG_7610-1

 

Saat asyik memperhatikan teknisi yang cekatan merawat dan memperbaiki Vespa, saya kembali dikagetkan oleh teguran halus dari seorang pria. Ah, ini pria yang tadi membantu kami di dalam cafe. Tanpa buang waktu saya pun langsung berkenalan dengannya. Pria bernama lengkap Yodi Prasetyo dimaksud ternyata merupakan co-founder dari Casa Da Vespa. Tak heran beliau hafal seluk beluk gerai yang resmi beroperasi pada Oktober 2015 ini.

“Jadi, awal mulanya kami ada enam founder yang tergabung di Speedtouring Club selalu kumpul dan nongkrong di coffe shop. Sampai suatu saat, kami juga berfikir untuk membuat bengkel yang ada tempat ngopi – ngopinya, agar mengurangi pengeluaran saat nongkrong. Nah mulai dari situ kita pilih – pilih lokasi, kemudian tercetus deh sebuah nama, Casa Da Vespa yang berarti Rumah Vespa dalam bahasa Italia,” ujarnya.

IMG_7538-1

“Kalau untuk bengkel, kami memiliki banyak part resmi dan yang suka dengan part aftermarket juga telah kami sediakan. Jika komponen yang dicari tidak ada, pelanggan bisa memesan kok. Tapi kami sih selalu menyarankan konsumen kami untuk tampil original, atau kasarnya kami nggak suka “ngakalin”. Karena kalau ada apa – apa dengan part yang digunakan, mereka bisa balik lagi ke sini untuk minta garansinya,” tambah pria yang akrab disapa Yodi ini.

Perbincangan berlanjut ke soal rencana ke depan dari para pemilik Casa Da Vespa. Yodi mengatakan bahwa mereka sudah puas dengan apa yang dimiliki sekarang sambil menunggu review 1 tahun untuk mengetahui apa kekurangan kami. Namun mereka sepakat untuk merencanakan penambahan cabang baru.

Well, good luck guys.. Thank you so much for all of your services! Tapi, ngomong-ngomong pasangan saya ternyata sudah menghabiskan seluruh pesanan sambil memasang wajah cemberut. Wah, bahaya!