Perempuan makin mendapat pengakuan dalam dunia bisnis. Kini tak sedikit Kaum Hawa menjabat posisi top-level management pada sebuah perusahaan, termasuk produsen otomotif yang notabennya banyak dilakoni laki-laki. Ambil contoh, CEO General Motors Company Mary Barra yang dinobatkan sebagai “The Most Powerfull Women in Business” tahun 2015 oleh majalah bisnis Fortune Magazine.

Fortune melihat kalau Mary Barra berhasil memimpin GM menghadapi jurang keterpurukan saat harus melakukan recall besar-besaran terkait kerusakan saklar pada mobil yang mereka pasarkan. Mengutip situs Inautonews, kerusakan tersebut bahkan sampai mengakibatkan 124 korban jiwa, kerugian miliaran dolar, serta tuntutan hukum dari berbagai negara bagian.

Ini merupakan kali kedua perempuan 53 tahun kelahiran Michigan, AS itu menyabet gelar perempuan paling tangguh. “Barra telah membawa perusahaan dengan penjualan hingga $156 miliar keluar dari ‘bayang-bayang’ masalah recall saklar di 2014,” tulis majalah tersebut dalam situs resminya.

Fortune Magazine melaporkan, Barra telah menghabiskan dana $2.9 miliar untuk recall. Sehingga ia harus rela kehilangan 26% profitnya pada saat itu. Masalah itu masih disusul badai selanjutnya, yakni melemahnya pasar otomotif internasional yang sudah barang tentu memengaruhi raihan penjualan GM.

Baru-baru ini Barra tergabung di jejaring media sosial Facebook. Media massa asing berspekulasi langkah itu merupakan cara Barra membuka komunikasi yang lebih terbuka dengan stake holderbisnisnya. Serta upayanya menanggalkan gelar “bos” perusahaan otomotif besar dunia yang ia sandang agar bisa lebih membaur.