Perjalanan pun kembali dilanjutkan menuju Atambua dengan melewati jalan nasional sepanjang 270 kilometer melintasi jalan perbukitan berkelok yang sangat menantang. Di sekeliling tampak pemandangan unik berupa rumah-rumah adat khas budaya Nusa Tenggara Timur (NTT), namun penerangan jalan yang cukup minim menjelang malam hari membuat riders harus ekstra hati-hati.

“Kami sempat tersesat di perjalanan ketika tiba di kota Kefamenanu karena salah mengambil arah jalan. Setelah melintas sejauh 28 kilometer, kami menemui perbatasan daerah yang tidak seharusnya kami lewati, yakni wilayah Oecusee. Disini kami berhadapan dengan pihak berwajib yang menjaga kawasan ini dengan cukup ketat,” seru Freddy.

Lebih lanjut ia menyebutkan, kami sempat bersitegang dengan petugas setempat karena dicurigai dan tidak diperkenankan masuk ke wilayah tersebut. Setelah melalui perdebatan panjang, kamipun berputar arah kembali menuju Atambua hingga akhirnya tiba di titik Pos Lintas Batas Negara Republik Indonesia dan Timor Leste.

“Kami disambut langsung oleh salah seorang kerabat kami di Timor Leste, Paolo Martin. Olehnya, kami diberi keistimewaan untuk menginap di hotel dengan lokasi yang bersebelahan dengan kediaman Xanana Gusmao, Presiden Pertama Timor Leste.” jelas Freddy.

1 2 3 4 5 6 7