Selain di Asia Road Race Championship (ARRC) membela Astra Honda Racing Team (AHRT), Dimas Ekky Pratama juga berlaga di kelas CEV Moto2 European Championship. Bertarung dengan para jagoan-jagoan Eropa pastinya punya perbedaan dengan pebalap Asia. Berikut ceritanya.

“Para pebalap Eropa itu jelas berbeda dengan para rider Asia. Pertarungannya lebih ketat disana. Karena mereka sudah terbiasa dengan kondisi cuaca yang dingin, sirkuit dan pola latihan mereka. Selain itu mereka juga lebih sering latihan menggunakan motor yang serupa saat balapan,” buka pebalap bernomor 20 tersebut.

dimas-ekky

Menurutnya fasilitas di Eropa sangat mendukung para pebalap. Sehingga semakin memudahkan para rider untuk berlatih. “Di sana fasilitas sangat lengkap. Contohnya satu sirkuit itu terdiri dari tempat latihan flat track, motorcross dan lainnya. Bahkan motornya juga disewakan, jadi pebalap datang hanya membawa badan dan perlengkapan saja.” lanjutnya.

Memang Dimas sempat mengeluhkan akan fasilitas-fasilitas yang terdapat di tanah air. Meski demikian, tidak membuat pebalap yang berdomisili di bilangan Depok tersebut patah semangat.

dimas-ekky-2

“Dulu sering latihan motorcross di daerah Serpong, tapi menurut saya jaraknya terlalu jauh dan belum lagi macetnya. Sehingga tidak efisien dalam hal waktu, saya seharian hanya bisa latihan motorcross saja. Itupun waktunya sebentar. Tapi saya masih bersyukur, karena rumah saya lumayan dekat dengan sirkuit Sentul jadi lebih mudah latihannya. Pola latihannya pun saya ubah jadi sering latihan di sirkuit aspal.” tutupnya seraya tersenyum.

Yup, lagi-lagi fasilitas yang dikeluhkan oleh para pebalap Indonesia. Semoga kedepannya pihak-pihak terkait lebih memperhatikan hal ini. Toh perjuangan para rider tanah air di kancah balap internasional juga demi mengharumkan nama bangsa dan negara. Setuju?