General Motors resmi mengumumkan sesi produksi dari Chevrolet Bolt yang diperkenalkan kepada publik pada Detroit Auto Show beberapa waktu yang lalu. “Pesan dari konsumen tentang Bolt jelas dan lugas, buatlah,” jelas Alan Batey, president General Motors North America di Chicago Auto Show Februari silam.

Melanjutkan pernyataan tersebut, rumor terbaru yang bersumber dari orang dekat perusahaan mengatakan bila peluncuran model produksi ini akan berada dalam kalendar 2017. “Kami sedang bergerak cepat karena potensinya sanggup menggeser status quo kendaraan listrik jarak jauh yang tengah beredar di Amerika saat ini,” jelas Bates sekali lagi.

Memang penekanan pada Bolt adalah kendaraan listrik yang memiliki jarak tempuh yang cukup mempuni. GM berambisi penuh sanggup mengaspalkan Bolt hingga 300 kilometer jauhnya dalam sekali isi. Selain itu harganya juga dipastikan akan dipangkas semurah mungkin.

Perkiraan dari GM sendiri Bolt akan dijual seharga 30 ribu dolar AS atau sekitar 395 juta rupiah yang jauh lebih-lebih murah dari varian-varian Tesla Motors yang merajai pasar kendaraan listrik di Amerika Serikat. Chevy Bolt dikabarkan akan dibangun di fasilitas perakitan Orion GM, Michigan, sementara target produksinya berkisar diantara 25 sampai 30 ribu setahun.