Lepas melewati usia satu abad pada 2019 lalu, Citroen membuktikan bahwa pabrikan bermarkas besar di Perancis tersebut mampu mengikuti tren perkembangan zaman. Citroen membuat sebuah kendaraan purwarupa atau konsep mobilitas otonom perkotaan Citroën Autonomous Mobility Vision.

Kendaraan otonom ini berangkat dari platform multi-arah listrik otonom, yang disebut “The Citroën Skate”. Platform ini dapat menampung serangkaian “Pod” yang berbeda, memungkinkannya untuk memenuhi berbagai perintah atau arah dalam pelayanan mobilitas. Menggandeng Goodyear, pabrikan karet bundar legendaris tersebut membantu mewujudkan visi Citroën ini dengan mengembangkan prototipe konsep ban spherical (bundar) Eagle 360.

Citroën Skate dan konsep “Pod” ini terinspirasi oleh The Urban Collëctif, sebuah proyek antara Citroën, grup hotel internasional, Accor, serta perusahaan media JCDecaux. Baik kendaraan dan juga ban telah ditampilkan pada 29 September lalu di Paris.

“Kami bangga memperkenalkan prototipe ban konsep bundar (spherical) kami menjadi bagian integral dari Visi Mobilitas Otonom Citroën,” jelas Hans Vrijsen, Direktur Pelaksana, Original Equipment di Goodyear. “Prototipe Eagle 360 ini solid dan bentuk bundarnya membuat ban menjadi lebih gesit dalam bermanuver, ideal untuk solusi mobilitas otonom dan perkotaan di masa depan.”

Selama lebih dari 120 tahun, Goodyear terus melakukan inovasi dan penemuan. Seiring berkembangnya mobilitas, Goodyear bermitra dengan para pionir dalam segala hal mulai dari eksplorasi bulan hingga rekor kecepatan darat untuk mendorong perubahan dan penemuan.

Goodyear pertama kali memperkenalkan konsep Eagle 360 ​​di Geneva International Motor Show pada tahun 2016, menyusul pada tahun 2017 dengan penyempurnaan kedua, yaitu konsep Eagle 360 ​​Urban. Majalah Time mendeklarasikan konsep Eagle 360 ​​sebagai salah satu dari 25 inovasi terbaik tahun 2016.

Prototipe Eagle 360 ​​mengambil inspirasi dari konsep-konsep ini dan berbagi beberapa fitur inovatif dengan mereka, ditambah fitur-fitur barunya sendiri. Diantaranya,

  • Kemampuan manuver yang tinggi: Dengan bentuknya yang bundar, ban prototipe multi-orientasi ini dapat bergerak ke segala arah, memberikan kemampuan manuver dan kenyamanan penumpang. Prototipe Eagle 360 ​​memberikan pengendalian yang mulus dengan menciptakan gerakan lateral yang tidak berjeda. Hal ini membantu platform Citroën Skate untuk dengan mudah menyalip rintangan.
  • Bebas perawatan: Prototipe Eagle 360 ​​adalah ban non-pneumatik. Tanpa perlu pemantauan tekanan atau risiko bocor, fitur ini meminimalkan waktu henti untuk Citroën Autonomous Mobility Vision.
  • Tahan lama: Dengan empat kali lebar permukaan tapak ban standar, prototipe Eagle 360 ​​juga akan empat kali aus lebih lambat dibanding ban tradisional, sehingga penggantian ban lebih jarang.
  • Jangkauan yang diperluas: Dengan menggunakan struktur bagian dalam yang kaku dan kompon karet dengan daya hambat putar rendah, purwarupa rancang Eagle 360 ​​memiliki titk defleksi rendah pada saat kontak dengan jalan. Hal ini dapat berkontribusi untuk mengurangi hilangnya energi dan menurunkan hambatan gelinding, yang membantu memperpanjang jangkauan baterai kendaraan listrik.
  • Cengkeraman yang konsisten: Dengan menggunakan tapak satuan heksagonal, prototipe Eagle 360 ​​dirancang bisa memberi cengkeraman yang lebih konsisten terlepas dari arah mengemudi.