Anda pasti familiar atau paling tidak sudah pernah mendengar nama Citroen bukan? Yup, mobil asal Perancis yang terkenal dengan kenyamanannya dan bagi sebagian orang dianggap sebagai mobil yang terlalu canggih di eranya. Betapa tidak, Citroen adalah mobil yang memiliki dan mengadopsi beberapa sistem yang belum pernah diterapkan oleh mobil lain. Contohnya adalah sistem yang disebut pneumatic hydractive, sistem suspensi hidrolik di masing-masing roda yang terintegrasi dengan sistem pengereman dan sistem kemudi. Salah satu contoh kelebihan sistem ini adalah mampu mengatur ketinggian mobil hanya dengan mengoperasikan satu tuas.

sm_6_von_8

Berikutnya, Anda juga pasti familiar dengan nama Maserati bukan? Produsen mobil asal Italia yang terkenal akan supremasi tenaga mesin dan kemantapan handling-nya. Lalu apa jadinya jika kenyamanan Citroen dikawinkan dengan bengisnya mesin Maserati? Jawabannya adalah Citroen SM.

citroen_maserati_sm_convertible_chapron_09

Citroen SM lahir untuk menjawab kritikan media terhadap performa Citroen DS yang dianggap kurang bertenaga. Pertama kali ditunjukkan ke publik di Geneva Motor Show pada tahun 1970, tampilan Citroen SM yang didesain oleh Robert Opron, langsung memukau mata para pengunjung dan media yang meliput.

citroen_maserati_sm_convertible_chapron_05

Kejutan masih berlanjut dengan dijejalkannya mesin Maserati 2.7 liter V6 kreasi Chief Constructor Maserati kala itu, Giulio Alfieri, di kompartemen mesin Citroen SM. Hal ini dimungkinkan karena pada tahun 1967 Citroen membeli 60% saham Maserati. Dengan kombinasi ini, Citroen SM mampu mencapai top speed 220 km/ jam yang sekaligus menjadikannya sebagai mobil berpenggerak roda depan tercepat di dunia kala itu. Kombinasi desain cantik dan mesin bengis tadi menjadikan Citroen SM mendapat julukan dari media Perancis sebagai “la reine de la route” atau Ratu Jalanan.

sm_side

Mobil yang menduduki peringkat ketiga sebagai European Car of the Year 1971 dan posisi pertama sebagai Motor Trend Car of the Year 1972 di Amerika ini juga dilengkapi dengan berbagai macam teknologi canggih di masanya. Sebut saja sistem suspensi hydro-penumatic, yang dapat mengatur sendiri ketinggian suspensi.

citroen_maserati_sm_convertible_chapron_01

Begitu juga dengan sistem arah penyinaran lampu utama yang terintegrasi dengan sistem kemudi, dimana saat arah lampu akan mengikuti arah setir. Contoh lainnya adalah dengan diaplikasikannya sistem kemudi yang dinamakan DIRAVI (Direction à rappel asservi). Sistem kemudi yang bisa mengembalikan posisi setir ke tengah tanpa bantuan tangan pengemudi. Sistem yang pertama kali diperkenalkan oleh Citroen pada tahun 1970 ini saat ini sudah menjadi sistem standar di berbagai mobil di seluruh dunia.

citroen_maserati_sm_convertible_chapron_04

Selain versi coupe, Citroen SM juga hadir dalam versi Mylord cabriolet hasil kreasi karoseri milik Henri Chapron. Menurut sejarah, hanya sekitar 6 unit berhasil diproduksi dan laku dijual karena harganya yang sangat mahal kala itu, yaitu dua kali lipat dari harga Citroen SM versi coupe dan hampir mendekati harga Ferrari Daytona! Dari 6 unit tersebut, 1 diantaranya dikabarkan ludes terbakar, hingga hanya tersisa 5 unit di seluruh dunia. Tahun 2014, salah satu dari kelima unit Citroen SM Mylord cabriolet tersebut terjual di Artcurial dengan penawar tertinggi senilai 548.300 € atau senilai sekitar Rp 8.1 milyar dengan nilai tukar saat ini! Angka yang sesuai untuk suatu karya seni dengan julukan ratu jalanan.

Photos: WeekendHeroes & Artcurial