IMG_5578

“Persaudaraan.” Kata ini melekat erat di dalam hati setiap pengendara Vespa. Tidak peduli tipe, jenis dan tahun produksi, semua pengguna Vespa dan Piaggio atau yang lebih akrab disapa skuteris selalu menggadang kata di atas. Maka tak heran jika senyum, salam dan sapa sudah menyatu dalam kehidupan sehari-hari para skuteris. Setiap bertemu pengguna Vespa lain di jalan, mereka  selalu melakukan ketiga hal tersebut. Itulah yang membuat Vespa  lebih dari sekedar alat transportasi dan sudah merasuk lebih dalam menjadi sebuah gaya hidup.

IMG_5345

Kecintaan pada Vespa dan Piaggio juga menjadi alasan dibentuknya komunitas bertajuk Campursari Vespa Jakarta ini. Sesuai dengan jargon “Modern meet classic.. Not modern only, not classic only.. We are MIX” yang diusungnya, anggota komunitas dimaksud memiliki Vespa VN dan GS VS (50-an), GS MK, VBA, VBB, VNA dan VNB (60-an) hingga ET4, LX, S, GT serta GTS yang mewakili generasi Vespa modern serta X9, X Evo dan MP3 dari brand Piaggio.

CSVJ

Yang unik, tidak seperti layaknya sebuah komunitas yang memiliki struktur organisasi yang lengkap, Campursari Vespa Jakarta justru menghindari hal tersebut. Bagi mereka, semua hal tadi beresiko membawa konflik tertentu. “Karena berdasarkan kekeluargaan, maka di Campursari Vespa Jakarta tidak ada ketua, sekjen atau struktur resmi lainnya. Lantaran kami ingin menjauhkan komunitas ini dari konflik yang sebetulnya tidak perlu,” ujar Ichsan Anwar, yang ditunjuk menjadi juru bicara komunitas yang dibentuk pada 17 Agustus 2008 ini.

Berminat untuk bergabung? Langsung besut Vespa kesayangan menuju ke Seven Eleven di bilangan jalan Wolter Monginsidi setiap Jumat malam.