MG Motor memang baru menjual produknya secara resmi di Indonesia. Namun merek kendaraan asal Britania Raya tersebut, dahulu cukup memiliki sejarah yang baik di Indonesia karena beberapa unitnya pernah dijual oleh importir kendaraan dimasanya.

Meski merek tersebut dilegalkan di Inggris pada medio 1920-an, namun kini MG Motors dikelola oleh raksasa otomotif China, SAIC Motor yang juga merupakan induk dari perusahaan Wuling Motors.

Di paparkan oleh beberapa literatur sejarah, MG Motor merupakan perusahaan penjual mobil di Inggris yang secara khusus menjajakan mobil merek Morris. Oleh karenanya, nama MG merupakan kependekan dari Morris Garage yang dimiliki oleh William Morris.

Saat itu, Sales Manager Morris Garage, Cecil Kimber, memberanikan diri membuat mobil modifikasi sedan Morris Oxford lalu menambahkan logo ‘MG Super Sports’ sebagai gimmick untuk konsumenya. Sejak saat itu Kimber membuat banyak versi modifikasi mobil-mobil Morris yang dijual dengan merek MG

Pada 1928, perusahaan bernama M.G Car Company resmi berdiri dengan kepemilikan terbesar dipegang oleh William Morris. Perusahaan ini khusus memproduksi mobil sport merek MG dan Kimber diputuskan menjadi Managing Director.

Pada 1935, William Morris menjual M.G Car Company ke Morris Motors. Namun rupanya Kimber tak sepaham dengan kepemilikan baru itu kemudian diminta mengundurkan diri pada 1941.

Kimber lantas gabung ke rumah modifikasi Charlesworth, lalu pindah ke produsen piston Specialloid. Kimber meninggal karena kecelakaan di stasiun kereta King Cross di London pada 4 Februari 1945.

Morris Motors dan Austin Motor Company Limited merger hingga melahirkan entitas baru bernama British Motor Corporation Limited pada 1952. M.G Car Company berada di bawah perusahaan baru ini.

British Motor Corporation Limited lantas bermigrasi dengan Jaguar Cars pada 1966 kemudian perusahaan baru bernama British Motor Holdings berdiri.

British Motor Holdings kemudian melakukan lagi penyatuan korporasi dengan Leyland Motor Corporation pada 1968 kemudian membentuk British Leyland Motor Corporation. Pada masa ini MG tidak lebih dari sekadar merek yang dimiliki British Leyland Motor Corporation, kemudian pada 1972 nama M.G Car Company dilarang digunakan.

Sebagian kepemilikan British Leyland Motor Corporation dipegang Inggris pada 1975 yang kemudian mendirikan perusahaan induk bernama British Leyland lalu berubah nama menjadi Rover Group pada 1986.

Rover Group dimiliki oleh British Aerospace pada 1988 yang lantas menjual semua bisnis otomotifnya, termasuk merek MG, ke BMW pada 1994. Pada 2000 Rover Group mengalami masalah finansial, lalu dijual BMW.

Ford mengambil divisi Land Rover kemudian merek Rover dan MG dipegang MG Rover Group yang berbasis di Birmingham, Inggris pada 2005.

Masih pada medio 2005, perusahaan milik China, Nanjing Automobile Group mengakuisisi sebagian aset MG Rover Group kemudian mendirikan perusahaan bernama NAC MG UK Limited. Nanjing Automobile Group kemudian sahamnya dibeli SAIC (Shanghai Automotive Industry Corporation) Motor pada 2007 kemudian NAC MG UK Limited diubah menjadi MG Motor UK Limited.

Pada 2011 mobil generasi baru merek MG bernama MG6 meluncur. Pada 2012 SAIC Motor menanamkan investasi besar pada MG Motor UK Limited, kemudian pada 2016 semua aktivitas produksi mobil MG di pabrik Inggris dihentikan agar fokus di China.

Pada 2017 SAIC Motor mendirikan MG Motor India dan menanamkan investasi untuk membeli pabrik General Motors di Gujarat kemudian dialihkan memproduksi mobil MG.

Ingin lebih melebarkan sayapnya di Asia, MG mendirikan perusahaan di Indonesia. Bisnis MG di Tanah Air dikelola oleh SAIC Motor Indonesia yang juga memegang merek Hong Yan.

Di Indonesia, MG akan beroperasi bersama merek China lain yang sudah lebih dahulu meluncur seperti Wuling dan DFSK untuk merebut konsumen tanah air. Meski terbilang merek baru di Indonesia, MG Motor sudah mencanangkan setidaknya memiliki 25 jaringan penjualan dan purna jual yang akan tersebar di Pulau Jawa hingga di penghujung 2020 mendatang.