Bukan cuma pada produk fashion tapi batik juga sering diaplikasikan di berbagai media, termasuk sepeda motor. Pengaplikasian yang paling umum ialah menggunakan teknik pengecatan airbrushpada tangki atau bodi. Namun, kalau cara tersebut dirasa sudah basi, bermain pada detail bisa jadi alternatif. Malah cara tersebut bisa jadi lebih bernilai.

“Karena pada dasarnya batik itu terdiri dari simbol-simbol maka diaplikasikan pada ornamen yang kecil pun, seperti detail-detail itu bisa banget,” kata Veroland, punggawa rumah modifikasi KickAss Choppers kepada TheGaspol saat ditemui seusai peluncuran Limited Edition Pack Guinness di Jakarta, Jumat (2/10).

Ia menambahkan, terukirnya motif batik pada detail seperti tutup tangki atau kancing jok justru bisa mendongkrak daya tariknya. Terlebih saat sepeda motor tersebut harus bersanding dengan karya-karya modifikasi lain yang datang dari luar negeri.

“Kalau modifkasi dari Amerika Serikat biasanya ada bendera atau tengkorak. Nah, kalau kita pakai sedikit saja ornamen batik sedunia sudah nggak ada yang nyamain,” ujar modifikator yang biasa menangani sepeda motor Harley Davidson itu. Intinya, pengaplikasian motif batik pada modifikasi tidak harus mendominasi. “Bahkan hanya sebagai pemanis pun itu bisa,” tambahnya.

Sementara itu, eksekusinya bisa menggunakan banyak cara. Selain lewat teknik pengecatan, proses pengukiran atau pencetak bisa jadi pilihan. Veroland menjelaskan, agar sebuah karya modifikasi makin out of the box, maka diperlukan input dan koneksi dari berbagai disiplin industri.

Hal tersebutlah yang mendasari keputusan Veroland nyemplung ke dalam tim Creative Council, Limited Edition Pack Guinness. Momen yang jadi kesempatan bagi dirinya untuk berbagai wawasan dengan enam figur dari ranah industri kreatif berbeda, yakni sutradara Joko Anwar, Uji Hahan, blogger Triski Nurani, chef Andrian Ishak, praktisi fashion Lilian Ng, dan musisi Jogja Hip Hop Foundation.

Desain pack Guinness edisi terbatas itu sendiri mengadaptasi sebelas jenis motif batik dari enam grup etnik berbeda yang ada di Tanah Air. Kolaborasi tersebut juga dilakukan sebagai peringatan Hari Batik Nasional yang jatuh pada tanggal 2 Oktober. Mengedepankan semangat Unity in Diversity yang dikemas apik dalam kampanye bertajuk Together We Are More.