Perkembangan teknologi otomobil yang cepat diharapkan oleh sang CEO Fiat Chrysler Automobiles NV (FCA) demi mengurangi biaya komponen-komponen mahal seperti mesin dan penunjang lainnya. Menurutnya satu-satunya langkah yang memungkinkan adalah kerjasama dan merger antar perusahaan.

Dalam ujarannya, seperti dikutip dari Bloomberg Business, pria berusia 62 ini memaparkan bagaimana kerjasama tersebut dapat bermanfaat besar dalam mendongkrak keuntungan. Pasalnya kondisi penjualan di beragam daerah sedang mengalami titik balik, dimana adanya boom penjualan di Amerika Serikat dan penurunan tensi tekanan atas demi restrukturisasi di Eropa.

Meski begitu ajakan tersebut sudah ditolak secara halus oleh GM dan Ford. Meski penolakan tersebut belum dielaskan tanpa alasan Marchionne memahami penolakan tesebut karena cara berfikir industri yang belum berubah.

“Saya bisa memberikanmu alasan mengapa kamu takut melakukannya. Saya paham,” jelasnya. “Namun kamu harus mampu mengambil kepemimpinan. Harus mampu berdiri tegak saat ajakan datang. Itulah mengapa mereka membayarmu, untuk memimpin, bukan untuk melakukan apa yang orang lain inginkan.”

Marchionne tidak putus asa. Pemimpin grup besar tersebut kini mendekati perusahaan teknologi seperti Google Inc atau Apple Inc. Hal tersebut ditunjukannya melalui pertemuannya dengan beberapa bintang raksasa teknologi tersebut di Silicon Valley, temasuk Elon Musk, sang CEO Tesla. “Saya kagum atas apa yang sang anak tersebut lakukan,” pujinya kepada Elon, dikutip dari Automotive News.

Sejatinya, FCA sendiri sudah bekerjasama dengan Apple dalam menggarap sistem audionya, dimana Beats Electronics mengisi settingan suara di beberapa kendaraan Fiat. Beats Electronics sendiri sudah diberi Apple sejak Mei 2014 dengan harga 3.2 milyar dolar AS.

Bahkan Marchionne juga dikabarkan sudah mencoba mobil otonom Google. Sayangnya untuk ini dia belum berkomentar apapun.