Polemik motor besar masuk jalan bebas hambatan kembali menyeruak belakangan ini. Nada-nada miring bertebaran di masyarakat perihal hal tersebut. Pemilik motor besar pun tidak tinggal diam. Inilah komentar mereka perihal isu kontroversial ini.

Ditemui di Mabua Café pada Kamis (2/7), Djonnie Rahmat selaku Presiden Direktur PT. Mabua Motor Indonesia menuturkan pendapatnya mengenai masalah ini. Dirinya berujar tentang terjadinya salah pemahaman yang ada di masyarakat. Isi dari surat permohonan yang diajukan ke Ikatan Motor Indonesia tidak sepenuhnya benar dengan anggapan masyarakat luas selama ini.

“Selama ini masyarakat berpendapat bila kita (pemilik motor besar) bisa seenaknya masuk dan melewati jalan tol, itu sebenarnya salah. Ada ketentuannya. Kita tidak ingin mendikte pemerintah, hanya mengajukan saran,” jelas Djonnie.

Menurut Djonnie ada dua opsi yang ingin diajukan. Yang pertama adalah meminta pemerintah menyiapkan infrastruktur jalan tol yang memperbolehkan motor masuk dan yang kedua adalah pengawalan.

“Di sini kita berbicara tentang roda 2 secara keseluruhan. Di Indonesia kini ada dua tol yang memperbolehkan motor masuk, Suramadu dan Bali. Kita melihat ini sebagai sebuah kemungkinan. Kalau sekarang kita berbicara tentang jalan tol sekarang, memang susah karena tidak ada lajurnya. Namun setidaknya untuk di masa mendatang lebih baik dipersiapkan,” bebernya.

Sedangkan opsi yang kedua adalah dengan pengawalan. Roda dua boleh masuk tol dengan pengawalan. Mengenai syarat dan ketentuan Djonnie berujar bila semuanya diserahkan kembali ke pemerintah.

Kini surat  permohonan dari 4 klub motor besar sudah disiapkan dan diajukan ke IMI. Klub-klub motor tersebut adalah H.O.G Jakarta Chapter. MBC (Motor Besar Club), Ikatan Motor Besar Indonesia (IMBI) dan Harley-Davidson Club Indonesia (HDCI). Bila ditotal semua anggotanya mencapai ribuan pemilik motor besar di Indonesia dan mereka semua menanti kepastian dari IMI apakah surat tersebut mau dilanjutkan ke pemerintah ataupun tidak.