Intersport baru saja menggelar kejuaraan drifting bertajuk Battle Drift yang telah memasuki putaran keempat di kota Subang, Jawa Barat pada Minggu (7/10) silam.

Kompetisi menggerus aspal yang diikuti oleh puluhan drifter Tanah Air itu juga sekaligus sebagai ajang Kejuaraan Nasional (Kejurnas) drifting putaran ketiga yang dihelat di Landasan Udara Suryadarma Kalijati, Subang, Jawa Barat.

Drifter Emmanuelle Amandio dari tim ABM berhasil mempertahankan gelar juaranya kali ini, setelah sebelumnya ia juga dinobatkan sebagai pemenang dari Battle Drift putaran ketiga di Tangerang.

Amandio sukses merebut podium di kelas Pro setelah melakoni persaingan sengit di babak final bersama drifter asal kota Bandung, M Irdam. Meskipun awalnya Amandio sempat mengalami trouble pada mesin mobil yang digunakannya.

“Di hari Sabtu sama sekali gak ikut latihan pake mobil sendiri, karena ada masalah di mesin. Saat babak kualifikasi pun mengendarai mobil ya seadanya aja, gak maksimal,” kata Dio usai balapan.

Nissan Cefiro yang ditunggangi Dio secara mumpuni baru bisa digunakan beberapa jam sebelum balapan sesungguhnya berlangsung. Namun, pada akhirnya pebalap yang juga terjun di balapan ISSOM ini mampu meyakinkan juri bahwa ia layak menjadi juara di Battle Drift putaran keempat dan Kejurnas Drift putaran ketiga.

“Sebenarnya saat balapan pun kondisi mobil tidak sepenuhnya sesuai dengan harapan. Bisa dijalankan tapi hanya 60% saja. Selebihnya hanya mengandalkan kekuatan doa,” lanjut Dio.

Pada kegiatan kali ini juga, Intersport mendatangkan juri internasional guna meningkatkan kualitas drifting khususnya kemampuan dan ketangguhan para drifter di Indonesia, sebagai persiapan mereka untuk menghadapi drifter internasional di akhir tahun 2018 nanti.

Juri yang dihadirkan oleh Intersport, diantaranya Atsushi Taniguchi yang merupakan drifter internasional asal Jepang, juri senior Wan Bro asal Malaysia, dan yang terakhir Dean Zen dari Indonesia.

Seluruh drifter yang turut serta dalam kompetisi tersebut bersaing memperebutkan beberapa kejuaraan, seperti kelas Pro, kelas Rookie, dan kelas Drift Star, ditambah kejuaraan khusus yaitu Best Drift Team dan Best QTT.

Salah satu perwakilan dari Intersport menambahkan, bahwa pihaknya sangat senang dengan gelaran Battle Drift dan Kejurnas Drifting kali ini. Pasalnya, pengunjung yang hadir sangat antusias menyaksikan, meskipun cuaca hari itu di kota Subang sangat terik, dan juga lokasi yang cukup sulit untuk diakses.

“Lokasi yang digunakan terbilang cukup jauh, tapi masyarakat mau datang dan menyaksikan langsung keseruan para drifter beraksi. Tentunya, kami dari Intersport sangat senang, sekaligus berharap agar kedepannya semakin banyak bibit-bibit baru kembali bermunculan. Sehingga drifting di Indonesia memiliki generasi baru dan terus berkembang,” ujar perwakilan Intersport.

Intersport mengusung kejuaraan Battle Drift sebagai konten utama dari gelaran Intersport World Stage Qualifier. Selain Battle Drift, acara juga turut dimeriahkan oleh VR Motions Drift Simulator, RC Drift Competitions, dan Drone Race Competition.

Kemeriahan yang tersaji bukan hanya dari pertandingan ketangkasan mengemudi, melainkan juga ditutup dengan gelaran musik spesial yang diberikan oleh band kenamaan Tanah Air.

Selanjutnya, Intersport akan kembali menyelenggarakan kejuaraan Battle Drift putaran kelima yang akan berlangsung di kota Yogyakarta pada akhir Oktober 2018 mendatang. Kejuaraan tersebut sekaligus sebagai kota terakhir dari penyelenggaraan Intersport World Stage Qualifier.

Berikut adalah nama-nama pemenang Kejuaraan Battle Drift putaran keempat dan Kejurnas Drifting putaran ketiga.