Ada tiga mode berkendara yang dimiliki Nissan Note e-Power, yakni Normal, Eco, dan Smart. Mode Smart bisa dibilang adalah yang paling canggih. Ketika sedang memilihnya, Anda hanya butuh mengoperasikan pedal gas selama berkendara.

Dengan begitu aktivitas nyetir bisa lebih rileks. Sebuah keuntungan apabila harus bermacet-macetan di dalam kota. Lalu pertanyaannya adalah bagaimana kalau mau berhenti?

(Baca juga: Nissan Note-e Power Tak Butuh Colokan Listrik)

Fitur driving mode Nissan Note e-Power ini menjadi salah satu perhatian awak media dalam uji coba mobil yang berlangsung di BSD City, Tangerang Selatan, Senin (13/11). Bukan hanya jurnalis, sebelumnya Menteri Perindustrian Airlangga Hartanto turut mencoba mobil listrik Nissan ini.

Mode berkendara Nissan Note e-Power bisa dipilih lewat tombol yang di konsol tengah. Tepatnya di belakang tuas transmisi yang bentuknya lebih mirip kenop.

Test Drive Nissan Note e-Power

Test Drive Nissan Note e-Power

Setiap pilihan driving mode memiliki karakter yang berbeda-beda. Dimulai dari mode Normal, yang menawarkan rasa berkendara serupa dengan mobil bertransmisi otomatis pada umumnya. Maksudnya, mobil akan melaju ketika gas diinjak dan tetap meluncur sewaktu kaki diangkat dari pedal gas.

Namun, tidak begitu halnya apabila Anda memilih mode Smart. Ketika kaki diangkat dari pedal gas maka mobil akan mengerem.

Dari literatur yang kami dapat, energi pengereman tersebut kemudian dimanfaatkan kembali untuk suplai tenaga motor listrik. Proses ini sama dengan yang terdapat pada mobil listrik sepenuhnya.

Soal rasa berkendara, pada mode Smart ekselerasi mobil terasa lebih bertenaga.

Kemudian berlanjut ke mode Eco. Pada mode ini perilaku mobil terhadap permainan pedal gas serupa dengan yang ditawarkan mode Smart. Hanya saja kekuatan akselerasi lebih halus. Penjelasannya sudah pasti untuk menghemat tenaga.

Test Drive Nissan Note e-Power

Test Drive Nissan Note e-Power

Sejujurnya dibutuhkan adaptasi untuk berkendara dengan mode Smart dan Eco yang ada di Nissan Note e-Power. Proses pengereman di kedua mode tersebut cukup kuat.

Maka ada baiknya kaki diangkat secara bertahap kalau mau mengurangi kecepatan biar mobil tak seolah-olah berhenti mendadak. Namun, sekalinya sudah akrab dengan karakternya, berkendara jadi lebih santai.