Jakarta Custom Culture 2017 yang berlangsung di kawasan JIExpo, Kemayoran, Jakarta membawa misi edukasi soal budaya otomotif yang berkembang di Tanah Air. Hal tersebut tercermin dari tema yang diusung tahun ini, yaitu “Old School vs New School“.

Berbekal tema tersebut, Jakarta Custom Culture menampilkan kendaraan custom dan modifikasi dari berbagai era. Harapannya publik bisa melihat kreasi yang kaya sekaligus perjalanan lini masa budaya otomotif Indonesia.

Upaya edukasi budaya otomtoif terutama soal custom dan modifikasi di Jakarta Custom Culture semakin nyata dengan adanya parade dari partisipan. Mereka adalah para builder atau modifikator kendaraan yang menjadi highlight.

Parade yang dimaksud adalah mereka mempresentasikan kreasinya di hadapan publik Jakarta Custom Culture.

“Ciri khas dari Jakarta Custom Culture adalah parade. Di sini kita akan bahas satu persatu modifikasi dari para peserta di acara ini. Memang tidak semua kendaraan, tapi kami pilih,”  terang Didiet dari pihak penyelenggara Jakarta Custom Culture 2017, Sabtu (21/10),

Jakarta Custom Culture 2017 berlangsung Sabtu sampai Minggu, (21-22/10). Setiap harinya dibuka dua sesi parade. Dari pantauan TheGaspol di lapangan pada hari pertama, parade para builder atau modifikator disambut antusiasme besar pengunjung.

Jakarta Custom Culture 2017 02

Para pengunjung menyimak presentasi dari peserta dan tak sedikit pula yang mengabadikannya dalam bentuk foto ataupun video.

“Di parade tersebut kit mix, ada motor, sepeda low rider, dan mobil. Jumlah kendaraan yang ditampilkan setiap sesi bisa sampai sepuluh kendaraan,” tambah Didiet.

“Tujuannya kembali lagi untuk mengedukasi. Contohnya, mungkin masih ada yang awam tentang sepeda low rider. Bagaimana buatnya, bahannya dari apa. Nah, di sini tempatnya belajar,” tutupnya.