Edy Saputra Ohlins a

Berkat kecintaannya dan dedikasinya di dunia balap, pria bernama Eddy Saputra ini kini menggenggam posisi kunci sebagai direktur pemasaran merek suspensi Ohlins di Tanah Air. Bahkan lulusan Perbanas dan UGM ini dipilih langsung Ohlins karena komitmennya di ranah adu pacu plus pengalamannya di dunia aftersales. Maka tidak heran bila dalam ceritanya, pria  kelahiran 25 Oktober, 46 tahun silam ini sudah belasan tahun meniti karir di kancah otomotif Indonesia. Simak penuturannya seputar pekerjaan, hobi dan obsesinya.

Edy Saputra Ohlins h

Bagaimana awalnya Anda terjun ke dunia otomotif?
Awalnya dari hobi balap, sempat juara dua nasional Superbike kemudian memiliki tim sendiri, DS Motorsport. Membawahi dua tim, tim lokal Yamaha Indonesia dan Yamaha Autralia yang belaga di Asia. Sempat juga menjadi  manager tim Suzuki Tjahyadi.

Apa motor pertama Anda?
Pertama kali punya motor RX King, untuk balapan di jalan. Kemudian naik tingkat memakai Binter AR.

Edy Saputra Ohlins e

Kendala mengelola tim balap tanah air?
Untuk masalah event, frekuensinya dirasa sudah mencukupi. Namun masalah mental yang perlu dibenahi. Kebanyakan mental pebalap sini terlalu memburu uang. Makanya susah naik ke level yang lebih tinggi dimana butuh komitmen kuat untuk maju. Untungnya beberapa sudah menyadarinya dan sedang meningkatkan diri menuju arah sana.

Ceritakan bagaimana perusahaan Anda bisa dipercaya menjadi distributor Ohlins?
Di tahun 2012 tim Yamaha saya sempat dikontrak Ohins. Kedekatan terjadi hingga saat distributor Ohlins tutup di tahun 2013, mereka menawarkan posisi tersebut untuk saya. Namun kandidatnya tidak hanya saya, kendala pun saya miliki. Soal tempat dan kepemilikan toko. Singkat cerita berkat pandangan mereka akan komitmen saya di balap dan pelayanan aftersales yang telah saya lakukan maka saya dipilih dari pusat sebagai distributor utama.

Edy Saputra Ohlins g

Aftersales?
Ya, kita melayani semua. Bukan cuma perbaikan namun juga kustomisasi. Suspensi terdiri dari berbagai macam aspek; pulp, rebound dan kompresi. Contohnya motor, semuanya membutuhkan tingkat kesensifitas terendiri, mulai dari bebek sampai ke gresstrack. Sedangkan untuk mobil, produk Ohlins sudah dibuat per varian jadi tidak membutuhkan lagi settingan ulang.

Adakah kendala dalam penjualan?
Harga memang menjadi kendala yang utama. Pelanggan sering mengeluhkan hal tersebut apalagi membandingkan dengan produk sama di luar negeri yang jauh lebih murah. Namun ya itu tadi, yang beli di luar tidak akan dapat pelayanan yang sama dengan apa yang kami jual.

Edy Saputra Ohlins i

Bisa beri contoh?
Bila membeli barang dari luar negeri memang bisa lebih murah 1 sampai  3 juta. Namun itu semua tidak ada garansinya. Padahal debu di Indonesia lebih banyak dan tajam dari Eropa, membuat tingkat perawatannya pun berbeda di Indonesia. Apabila terjadi apa-apa mereka tidak dapat mengklaim pelayanan yang telah kami buat.

Bisa dipaparkan rentang harga Ohlins?
Yang paling murah adalah sok motor belakang untuk Scoopy dan Fino, harganya Rp 3.5 juta. Untuk yang termahal ada Harley-Davidson dengan harga Rp. 23 juta. Ninja 250 juga kami miliki, full adjustable berbanderol Rp. 11 juta.

Edy Saputra Ohlins c

Ceritakan sekilas dong tentang sejarah Ohlins?
Nama Ohlins diambil dari Ken Ohlins, seorang pebalap Motocross yang tidak puas akan performa shokbreakernya. Kemudian dia merakit sendiri hingga akhirnya di tahun 1972 terbitlah nama Ohlins. Kemudian di tahun 1982 mulai dibuat produksi masalnya.

Oh iya, pernahkan mampir ke pabriknya di Swedia?
Bagaimana suasana di sana? Casual! 50 orang pegawai bebas berpakaian, mau dari jeans sampai dengan celana pendek. Suasana pabriknya seperti airport, semua ada, hehehe…

Edy Saputra Ohlins b

Kalau pribadi orang Swedianya sendiri?
Mereka cukup paham perbedaan budaya dan keberagaman. Mungkin karena letak demografis mereka sendiri yang berlokasi di tengah-tengah negara besar Eropa. Maka dari diskusi berjalan cukup enak. Mereka mendengarkan dan apabila mereka suka dapat langsung diterima dan diproses.

Wah, cukup menyenangkan juga ya. Adakah rencana Ohlins untuk melebarkan sayap di Asia? Market Indonesia kan cukup besar, mungkinkah mereka membangun pabrik di sini?
Nah, tepat! Mereka memang lagi mengembangkan pabrik di Thailand, dengan tujuan mengurangi biaya demi menjangkau konsumen-konsumen di Asia, termasuk Indonesia. Namun sayangnya terkait standar, ketika supplier lokal menyediakan barang, belum ada yang memenuhi spesifikasi. Alhasil bagian-bagiannya pun masih diimpor dari Eropa. Itulah yang masih menjadi permasalahannya saat ini.

Edy Saputra Ohlins

Lantas, bagaimana kontribusi Ohlins di dunia balap tanah air?
Kami sudah mulai merambah Indoprix dan Motoprix. Layanan kami berupa racing service dimana mereka yang menggunakan Ohlins dapat mengatur settingannya langsung di lapangan.Mekanik kami professional, dilatih langsung oleh para mekanik yang juga menangani MotoGP.

Bagaimana tentang pesaing?
Kami tetap optimistis sebab nama Ohlins sudah dapat dipengang di dunia International. Coba tengok MotoGP, mereka tidak kami endorse namun menggunakan Ohlins atas dasar kemauan mereka sendiri. Tinggal di Indonesia bagaimana pintarnya kami mengedukasi pelanggan, sebab para kompetitor kami rata-rata menggunakan model sponsor dengan gratis.

Edy Saputra Ohlins f

Jadi apa harapan Anda dan Ohlins ke depannya?
Saya berharap pengetahuan orang akan suspensi yang baik meningkat. Edukasi ini yang kami terapkan bersama teman-teman. Biar masyarakat luas paham tentang suspensi yang baik, dapat dikustomisasi dan menawarkan garansi lifetime.

Yang terakhir, apa motto hidup Anda?
Kerja keras!