Di tengah-tengah kondisi ekonomi yang melemah saat ini, permintaan akan mobil bekas (mobkas) malah kian menguat. Hal tersebut dibuktikan dengan permintaan yang kian bertambah dalam beberapa bulan belakangan ini.

Menurut data yang diambil dari Adira Finance, ada pertumbuhan yang cukup baik di sektor kendaraan bekas. Semester I 2015 ditutup dengan Rp2,8 triliun penjualan yang naik 18% dibandingkan tahun sebelumnya yang hanya berhenti di angka Rp2,8 triliun. Malahan di periode Januari – Juni 2015 Adira mencatatkan pembiayaan sebesar 6,4 triliun yang separuhnya disuplai oleh penjualan mobil bekas.

Mengomentari hal tersebut, Gunnar Rentzsch selaku co-founder dari Carmudi menyatakan bila tren baru tersebut tidak lepas dari pertumbuhan kelas menengah. Kekuatan ekonomi baru di Indonesia ini membuat mereka menjadi berani untuk bereksplorasi dalam konsumsi kendaraan.

“Kenaikan middle class yang membeli mobil semakin bertambah sekarang-sekarang ini,” jelasnya.

Perkembangan internet pun cukup memberikan andil besar. Gunnar menyebutkan bila situs penjualan mobil online seperti carmudi semakin ramai dikunjungi dari bulan ke bulan. “Fakta ini memberikan gambaran bagaimana orang sekarang semakin berminat untuk membeli mobil bekas,” pungkasnya.