Setelah seharian penuh menguji Mitsubishi Xpander bertransmisi otomatik, di hari kedua Mitsubishi Xpander Media Touring kami bertukar kendaraan dengan varian Exceed bertransmisi manual 5-percepatan. Meski bukan sebagai pilihan favorit mayoritas orang Indonesia, namun kami penasaran bagaimana performa Mitsubishi Xpander dengan tiga pedal ini.

Selepas sarapan di hotel, kami bertolak sebentar ke dealer Mitsubishi Motors PT Bumen Redja Abadi – Semarang untuk menghadiri prosesi penyerahan unit pertama Xpander ke konsumen di Ibukota Jawa Tengah tersebut. Disana kami juga ikut menyaksikan salah satu dari program CSR Mitsubishi Motors yang mendonasikan alat keperluan sekolah kepada beberapa anak yatim-piatu setempat.

Perjalanan kemudian berlanjut ke tujuan utama, kota Ambarawa. Dari dalam kota, kami mengakses jalan tol Semarang – Bawen untuk mencapai waktu tempuh tercepat ke Ambarawa. Kontur jalan tol Semarang yang didominasi dengan medan naik-turun membuka kesempatan bagi kami mengeksplorasi performa transmisi manual dari Mitsubishi Xpander.

Menghadapi tanjakan dengan tingkat kemiringan hampir 30 derajat di kecepatan 60 km/jam, bagi Xpander bertransmisi manual adalah sebuah perkara mudah. Anda tak perlu ancang-ancang dari jauh sebelum menyambut tanjakan layaknya di varian bertransmisi otomatik 4-percepatan. Transfer tenaga dari mesin ke roda masih mampu memenuhi aspek kebutuhan melibas tanjakan sepanjang 200 meter.

Saat putaran mesin mulai melemah pun, cukup menurunkan persneling satu tingkat maka tenaga mesin akan mudah digali lagi untuk menambah kecepatan kendaraan. Kami suka rasio perbandingan antar gigi dari Xpander manual ini, tak perlu menghela putaran mesin hingga rpm atas namun sudah cukup mengeluarkan performa tenaga yang mencukupi untuk membawa Anda.

Pergerakan tuas transmisinya pun khas Mitsubishi. Bila dahulu Anda pernah mengemudikan sebuah Mitsubishi Lancer atau Mitsubishi Eterna, maka pergerakannya pun 11-12 dengan Xpander. Seperti short shift rasanya.

Jika sebelumnya kami sebut Xpander dengan transmisi 4 A/T terasa under power, tidak demikian dengan di varian bertransmisi 5 M/T ini. Kami mampir untuk beristirahat makan siang sambil melangsungkan ibadah Shalat Jum’at di sebuah restoran bernama Eling Bening di Ambarawa. Restoran ini berdiri diatas bukit yang tinggi dengan tanjakan cukup terjal. Menghadapi tanjakan dengan tingkat kemiringan 45 derajat adalah hal yang mudah bagi Xpander manual.

Justru injakan pedal akselerator yang patut Anda perhatikan tatkala sedang menanjak. Jika menginjak terlalu dalam maka roda depan pun akan spin. Toh hanya dengan sedikit injakan pedal akselerator, MPV baru daru Mitsubishi Motors ini sudah mampu merangkak naik ke puncak tanjakan.

Dari perjalanan selama dua hari ini kami menyimpulkan, bagi Anda yang ingin merasakan performa sesungguhnya dari sebuah kendaraan ciptaan Mitsubishi, maka Xpander bertransmisi manual layak Anda pertimbangkan. Bantingan suspensi yang firm, handling yang cukup akurat serta perbandingan gigi rasio yang rapat-rapat mampu membawa Anda bernostalgia di zaman keemasan Mitsubishi. Untuk seorang laki-laki tulen, injakan pedal koplingnya pun masih terbilang ringan.

Berbeda jika Anda adalah seorang family man yang hanya menimbang sebuah mobil keluarga tak perlu performa yang berlebihan, banyak aktivitas di dalam kota atau menggunakan jasa sopir, maka Xpander dengan transmisi otomatik mungkin jawaban yang tepat.

Diluar dari subjek pilihan transmisi, Mitsubishi Motors menurut kami telah sukses menciptakan sebuah kendaraan keluarga tujuh penumpang yang diminati konsumen karena kenyamanan suspensi dan kesenyapan kabinnya dengan harga yang kompetitif di pasaran.