Boyolali, sebuah kota kabupaten di Jawa Tengah yang terkenal sebagai penghasil ternak sapi berkualitas menjadi saksi dari berlangsungnya kompetisi motorsport yang menggabungkan tiga cabang olahraga sekaligus, yakni Slalom, Drifting dan Time Attack. Bertempat di Sirkuit Boyolali, ajang kompetisi bertajuk Fast Slide Attacks ini berlangsung pada akhir pekan lalu, Sabtu (22/6).

Kompetisi Fast Slide Attacks merupakan yang pertama diadakan di Indonesia, dan sukses diikuti oleh 57 peserta yang berasal dari wilayah DKI Jakarta, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, Yogyakarta, Jawa Timur, Bali, dan terjauh Kalimantan Selatan. Kolaborasi penggabungan tiga cabang motorsport ini digagas oleh Whooosah Management yang dimotori oleh Arce Meyer,Adi Prijotomo dan Jos Oren yang merupakan salah satu praktisi ternama motorsport di tanah air.

Arce menyebutkan, tujuan diadakannya Fast Slide Attacks selain untuk memeriahkan HUT Boyolali ke-172, juga karena ingin komunitas dari masing-masing cabang olahraga itu bisa guyub dan akrab satu sama lain. Juga memberikan sesuatu yang baru dan berbeda di dunia otomotif, khususnya motorsport.

Perlombaan ini menggelar beberapa kelas yang dibagi berdasarkan kapasitas mesin dan penggerak agar adil dan kompetitif. Diantaranya

  1. Kelas FW1 (FWD – 1400 CC)
  2. Kelas FW2 (FWD 1401 – 2000 CC)
  3. Kelas FW Open (FWD Modifikasi – 2000 CC)
  4. Kelas RW1 (Pick-up RWD – 1600 CC)
  5. Kelas RW2 (Sedan RWD – 2000 CC)
  6. Kelas RW Open (Sedan RWD diatas 2000cc dan atau memakai Force Induction)
  7. Kelas Rookie FWD
  8. Kelas Rookie RWD

Pihak penyelenggara mengaku cukup puas dengan edisi perdana kejuaraan yang menggabungkan tiga cabang olahraga motorsport ini. Whoosah Management sukses menciptakan standar baru dalam penyelenggaraan event motorsport, termasuk aspek keamanan.

Kedepannya, pihak Whoosah Management berniat untuk mengajak lebih banyak lagi pembalap rookie untuk menjajal Fast Slide Attacks dengan konsep yang sama untuk mengasah skill mereka. Selain itu, mereka juga mengamini tidak akan berhenti sampai di sini, karena untuk selanjutnya penyelenggara akan lanjut untuk menyelenggarakan event serupa, bahkan tidak hanya di Pulau Jawa saja, melainkan akan penjajakan untuk di Kalimantan Selatan dan Bali.

“Pada prinsipnya kita akan terus berbenah dan menyempurkan apa yang bisa kita berikan kepada peserta. Nantinya kita akan full terapkan pendaftaran sistem on line dan live stremingnya juga kita maksimalin lagi,” lanjut Arce.