Portofino merupakan sebuah kota kecil di teluk Tigullia yang menurut sejarah Romawi kuno, teluk ini terdapat populasi lumba-lumba yang masif. Lokasinya yang strategis di tepi laut dengan pusat kota sebuah pelabuhan, membuat masyarakat disini banyak yang memilih untuk berprofesi sebagai nelayan.

Seiring berkembangnya zaman, keindahan tata kota Portofino membuat kawasan ini menjadi eksotis. Bangunan bertingkat dengan warna-warna atraktif tepat di tepi kapal-kapal wisata bersandar, membuat Portofino menjadi salah satu kawasan wisata yang masuk dalam bucket list wisatawan dunia. Pariwisata kini menggantikan perikanan sebagai industri utama kota.

Nama Portofino kemudian digunakan oleh Ferrari sebagai identitas model terbarunya yang menggunakan kode sasis F164. Flavio Manzoni, kepala desainer Ferrari yang memimpin proyek pengembangan Portofino, punya keinginan hasil akhir yang sama eksotisnya dengan nama Portofino yang diusungnya.

Tiga garis utama yang mendominasi pada sisi samping Ferrari Portofino secara jelas menggambarkan sisi eksotisme dan aerodinamika yang bertugas untuk merendahkan hambatan angin saat dipacu dalam kecepatan tinggi. Beberapa perangkat penunjang aerodinamika seperti lubang angin sisi samping, spoiler depan belakang, side skirt terlihat sangat mengedepankan fungsi dnamun tidak meninggalkan estetika.

Ferrari Portofino merupakan sebuah generasi penerus dari sebuah Grand Tourer Ferrari California T yang masih mempertahankan model atap keras (hardtop) yang bisa dibuka secara elektris. Saat masuk musim dingin atau penghujan, Anda bisa menikmati Portofino selayaknya sebuah GT Car dengan atap tertutup.

Sebaliknya saat masuk ke musim panas, disinilah eksotisme sebenarnya dari sebuah Ferrari Portofino. Anda bisa merasakan kenikmatan mengendarai sebuah cabriolet cepat sambil merasakan terpaan angin dari udara bebas yang menghantam muka. Apalagi sambil sedikit merasakan hentakan agresif khas dari lumbung pacu Ferrari.

Kendati masih mengusung power unit berkonfigurasi V8 yang dilengkapi dengan Twin Turbocharger, namun tenaga yang dihasilkan oleh Portofino lebih besar dari California T berkat mesin baru berkode F154-BD  berkapasitas 3.855 cc yang digunakannya. Menurut data teknis yang dilansir oleh Ferrari Jakarta, Portofino punya tenaga maksimum hingga 592 dk dan torsi 760 Nm.

Meski demikian dapur pacu yang terpasang pada Ferrari Portofino terbilang dapat diandalkan untuk bertahan di iklim tropis Indonesia. Mesin dengan tenaga berlimpah ini sanggup bertahan menjaga suhu kerjanya hingga mencapai 95 derajat celcius ditengah padatnya lalu lintas Jakarta. Artinya bila Anda memiliki Portofino, jangan jadikan ia hanya sebagai besutan weekend warrior.

Lantas kami pun penasaran dengan hentakan tenaganya. Dari berhenti hingga mencapai 100 km/jam Ferrari Portofino mampu menuntaskannya dalam waktu kurang lebih 3,5 detik. Rasa jambakan yang sensasional mampu membuat tubuh tersandar seketika ke kursi saat berakselerasi. Apalagi aura sportif kian kental berkat aplikasi transmisi paddle shift 7-percepatan sequential yang ada dibalik lingkar kemudi.

Lingkar kemudi setengah lingkaran berlapis karbon dengan bagian bawah rata, kental dengan model kemudi mobil balap jet darat atau Formula 1. Segala pengaturan mulai mode berkendara Comfort, Sport dan ESC Off yang pamungkas dengan mudah dapat diatur sesuai kemauan pengemudi. Di dalam lingkar kemudi tersebut terdapat juga switch untuk mengaktifkan fitur pengatur suspensi, tombol start/stop engine, lampu mengemudi, lampu tanda belok, wiper, klakson hingga indikator shift light.

Penumpang pun dapat melihat data telemetri dari bagian kokpitnya saat Ferrari Portofino dibejek habis. Pasalnya di sisi kiri bagian dasbor, terdapat sebuah layar kecil yang cukup lebar untuk menginformasikan putaran mesin, kecepatan, posisi gigi transmisi untuk penumpang. Jika diinginkan, layar sentuh tersebut juga dapat digunakan untuk mengatur fitur pemutar lagu, penjawab telefon dan sistem navigasi dari Head Unit multimedia.

Ada hal yang paling menarik dari sebuah Ferrari Portofino ini. Dimensi yang tidak begitu besar membuatnya cukup ringkas untuk digunakan di kepadatan lalu lintas dalam kota. Sportscar ini bahkan lebih pendek sekitar 299 mm dan hanya lebih lebar 98 mm dari Toyota Camry terbaru. Bukan sebuah usaha yang sulit untuk mengendarai Ferrari Portofino ke lokasi bisnis ataupun ke pusat perbelanjaan untuk hangout maupun meeting.

Mengendarai Ferrari Portofino juga tidak memerlukan keahlian khusus. Selain banyaknya fitur yang dapat memudahkan pengendalian, sebagai sebuah mobil sport Portofino punya ground clearance yang cukup tinggi meski menggunakan lingkar pelek 20 inci dan ban berukuran 285/35. Tak perlu risau kala melibas permukaan jalan yang tidak rata atau menaiki ramp tanjakan atau turunan.

Dibalik segala kelebihannya, tentu Ferrari Portofino nyatanya juga punya kekurangan. Yang paling utama adalah konfigurasi 2+2 pada komposisi kursi penumpangnya terasa memaksakan. Hanya anak kecil saja yang dapat merasakan duduk nyaman di bangku belakang Ferrari Portofino. Bahkan orang dewasa dengan tinggi hanya 160 cm pun akan kesulitan ruang kepala dan ruang kaki saat duduk di bagian tersebut. Sejatinya memang sebuah mobil sport bermodel GT hanya bisa dinikmati oleh dua orang penumpang, bukan empat.

Kapasitas ruang bagasi yang terbatas saat atap dibuka pun jadi sebuah kompromi kala ingin membawa Ferrari Portofino berlibur. Pasalnya bagian atap dan kaca belakang yang terlipat seluruhnya akan berada didalam bagasi. Dengan begitu maksimal hanya dua koper kabin atau travel bag saja yang dapat diletakkan di ruang penyimpanan tersebut. Namun bila tetap memaksakan ingin membawa barang banyak, tentunya Anda harus merelakan atap tetap tertutup sepanjang perjalanan.

Meski Ferrari Portofino merupakan sebuah entry level di jajaran model Ferrari terkini, namun proses personalisasi sesuai keinginan konsumen dapat dilakukan di gerai resmi Ferrari Jakarta. Setidaknya ada puluhan kustomisasi dari mulai warna body, model pelek, warna kabin, aksesori kabin hingga motif jahitan pada dasbor dan jok semi-bucket yang dapat dipilih oleh calon konsumen.

Ada rupa tentu ada harga. Ferrari Jakarta tidak memiliki banderol yang pasti untuk sportscar yang satu ini. Mengingat adanya perbedaan harga akibat proses personalisasi tersebut. Apalagi bila mengusung spesifikasi penuh seperti besutan yang kami gunakan ini dengan interior balutan kulit Alcantara, panel dasbor dan setir karbon, Sport Exhaust Pipe, pedal dan foot rest alumunium serta Tyre Pressure Monitoring System.

Well, Ferrari Portofino merupakan sebuah ikon kuda jingkrak produksi massal yang harganya paling terjangkau dibanding model lain. Meski punya tenaga mesin berlimpah namun mobil ini cukup mudah digunakan, bahkan sebagai kendaraan harian di Jakarta sekalipun. Saat Anda membesutnya, kami yakin ratusan pasang mata akan tertuju pada eksotisme Italia di jalanan Jakarta ini.