Masuk garis finish dengan tarian fenomenal nan menggelitik. Itulah yang dilakukan rider Repsol Honda Marc Marquez pada akhir balapan MotoGP Spanyol kemarin. Ia melakukan Floss Dance di atas motor yang melaju membawanya menjadi juara untuk kedua kali pada musim ini.

Tak ada yang menyangka Marc akan melakukan tarian viral itu untuk mengakhiri balapan. Yang jelas tarian tersebut berhasil menjadikan finish-nya kali ini cukup memorable.

Kalau sedikit menengok ke belakang, kepopuleran Floss Dance a la Backpack Kid bermula saat bocah berusia 16 tahun melakukannya dalam sebuah video yang ia unggah sendiri ke Instagram. Bocah bernama Russel Horning itupun mendadak tenar setelah video dance-nya dilihat ribuan pengguna Instagram lain.

Dalam sebuah wawancara, ia sama sekali tak punya bayangan keisengan itu akan membuat namanya melejit. Russel bahkan pernah sepanggung dengan Katy Perry untuk melakukan Floss Dance di lagu “Swish Swish” dalam sebuah sesi live.

“Saya mengunggah video tersebut ke Instagram hanya untuk senang-senang, saya pikir hanya akan dilihat tiga puluh sampai empat puluh orang, tapi ternyata video itu meledak,” ucapnya dalam laporan yang ditulis Complex.com.

Apa yang membuat Floss Dance menarik bisa jadi dari pembawaan Russel sendiri. Muka polos, gerakan luwes, dan tak  ketinggalan tas punggung yang selalu ia gendong saat melakukan Floss Dance. Menariknya, Horning punya semangat besar yang berusaha ia sebarkan dengan statusnya saat ini.

Hal itu berhubungan dengan rasisme. Dalam kolom biodata akun Instagramnya, Horning menulis “Us Ending Racism.” Sebuah semangat yang ia maknai sebagai upaya menghapus rasisme lewat tarian.

“Saya pikir, saya bisa membuat dunia menjadi tempat yang lebih baik dengan menari bersama orang-orang dari ras lainnya,” ucap Horning dikutip dari sumber yang sama.