Akhir pekan kemarin, kami meluangkan waktu untuk menyaksikan sebuah film layar lebar yang lagi ramai di kalangan petrolhead. Ya, apalagi kalau bukan film Ford V Ferrari yang kini sedang tayang di kebanyakan bioskop di tanah air.

Tak hanya sekedar menikmati aksi kebut-kebutan antara raksasa otomotif Amerika Serikat lawan produsen mobil eksotis Italia, kami coba mempelajari apa saja yang diceritakan oleh sineas James Mangold tentang perseteruan dua merk besar ini di lintasan balap ketahanan Le Mans.

Bukan hanya hadir sebagai tontonan menghibur yang menyuguhkan banyak aksi adu pacu, Ford V Ferrari nyatanya juga menyajikan pelajaran sejarah tentang otomotif yang mungkin tak banyak diketahui oleh orang banyak.

Misalnya, di awal cerita yang mengisahkan sebuah realita bahwa Ford sempat hampir menutup industrinya di Amerika Serikat karena penjualannya kalah dengan seterunya asal Detroit, Chevrolet. Lalu bagaimana seorang Caroll Shelby, pemanufaktur mobil balap terkenal negeri Paman Sam yang akhirnya ikut campur dalam proyek Ford GT40.

Ada juga sebuah adegan bagaimana saat itu Fiat, produsen otomotif raksasa Italia yang mengakuisisi perusahaan otomotif milik Enzo Ferrari. Yang paling membuat dahi kami terkernyit tanda keheranan, bagaimana bisa sebuah Ford GT40 milik pabrikan Amerika Serikat hadir dengan versi setir kanan untuk kebutuhan kompetisi balap ketahanan Le Mans.

Sinema layar lebar ini patut Anda saksikan dengan mata kepala sendiri. Selain kaya akan aksi kebut-kebutan yang memacu adrenalin, banyak tersirat pelajaran sejarah yang tidak pernah Anda dapatkan di bangku edukasi resmi.