Usai bertemu Jokowi dalam perayaan Hari Sumpah Pemuda di Istana Bogor, Sabtu (28/10), Heret Frasthio, penggawa Elders Garage menceritakan pandangan orang nomor satu di negeri ini terhadap bisnis motor custom. Sekaligus, mengungkap model bisnis yang dijalaninya bersama Chopperland.

“Presiden Jokowi merasa industri ini (motor custom) cukup menjajikan. Karena ini yang bisa bersaing internasional, karena handmade, bukan mass production,” kata Heret, Minggu (29/10) di Bogor. Tapi pastinya peluang ini bukan tanpa tantangan.

Menurut Heret, tantangan saat ini adalah belum banyak bengkel atau rumah custom yang memiliki model bisnis yang tepat.

“Sebenarnya semua bengkel sudah bikin something yang bagus, masalahnya model bisnisnya belum ketemu,” lanjut Heret. Untuk itulah Heret dan Vero “Kickass Chopper” berupaya menawarkan contoh model bisnis yang bisa diadopsi oleh rumah-rumah custom yang ada sekarang.

@gentlemens.pact @kickasschoppers Presiden Jaman now. . #chopperland #kickasschoppers #elderscompany #eldersgarage

A post shared by heret frasthio (@heretf) on

Model Bisnis Rumah Custom

Keduanya membuat Chopperland. Bukan sebatas menawarkan jasa rombak motor, tapi Chopperland memiliki produk berupa barang. Sementara ini produknya adalah rangka motor custom bergaya chopper dan segi tiga setang.

“Kalau cuma rumah custom susah ngejalaninnya. Bahkan Vero (yang sudah nyemplung di dunia motor custom sejak 1990-an) pun kebingungan ngejalanin bisnisnya. Umur semakin tua, lama-lama gak bisa kerja. Makanya harus punya produk,” sambung Heret.

Heret melihat banyak pegiat industri ini yang terlalu spontan membuka rumah custom. Yang pada akhirnya kerepotan mengurus berbagai aspek yang justru di luar fokus bisnisnya. “Ada banyak isu, ada gosip (tentang bengkel). Yang akhirnya lu capek manage itu, gak jualan,” ungkap Heret.

Contoh sukses dari model bisnis seperti ini salah satunya Roland Sands yang berhasil membesarkan brand RSD (Roland Sands Design). Sebagai builder, Roland Sands juga terbilang sukses memasarkan komponen motor custom terutama untuk Harley-Davidson.

Soal minimal kuantiti pembuatan produk, Heret menyiasatinya dengan kembali bersinergi bersama orang-orang yang punya pabrik. “Sekarang bermunculan orang yang punya pabrik, hobi motor. Sebenarnya kita harus deketin mereka buat bikin proyek bareng,” tutup Heret.