Coba sesekali Anda perhatikan kawasan Kemang, Jakarta Selatan. Sepanjang mata memandang Anda akan melihat jajaran galeri seni, restoran berkelas, klab malam dan tempat tongkrongan anak muda. Malah beberapa orang mengatakan bahwa Kemang adalah miniatur Bali. Hingar bingar kawasan yang menjadi pusat pergaulan golongan berkelas di Jakarta ini seperti menjadi daya tarik banyak orang untuk berkunjung ke sana. Singkatnya, wilayah ini bisa dikatakan sebagai barometer gaya hidup Jakarta.

Garasi-19-4

Well, belakangan ini Kemang juga mulai dihiasi dengan penampakan motor-motor besar yang kerap berseliweran. Yes, di sana memang mulai banyak toko sekaligus bengkel modifikasi sepeda motor yang mengusung tema yang sedang hits saat ini.

Garasi-19-8

Nah, Garasi 19 adalah salah satu yang belum lama muncul di kawasan itu. “Garasi 19 sudah mulai beroperasi sejak awal tahun 2015 ini. Dan dalam waktu dekat kami akan menggelar acara pembukaan secara resmi,” ujar Andre Tenardi.

Garasi-19-11

Pria berusia 32 tahun yang menjadi pengelola Garasi 19 ini memang berniat untuk menciptakan sebuah one stop service yang menerima semua kebutuhan motor besar. “Saat ini yang paling terlihat memang sebatas Harley-Davidson. Namun kedepannya kami akan melebarkan layanan untuk motor jenis sport hingga Vespa,” tambahnya.

Garasi-19-3

Niat awal dibukanya Garasi 19 memang bukan diciptakan sebagai showroom penjual used bike saja, namun di bangunan dua lantai ini memang dikonsepkan sebagai sentra pelayanan semua kebutuhan sepeda motor dan para bikers nya sendiri.

Garasi-19-10

Bila di ruang pajang utama Anda akan melihat beberapa dagangan motor bekas yang berwujud standart hingga modifikasi, lain halnya dengan lantai dua yang banyak disesaki dengan segenap aksesoris motor hingga apparel untuk mendongkrak gaya.

Garasi-19-5

“Jujur kami bukan penganut aliran full atribut salah satu brand sepeda motor, namun kami lebih kerap bergaya dengan sepatu keds dan celana pendek.” Kami juga bukan base camp komunitas atau klub motor besar. Kita bukan MC (Motorcycle Club) namun komunitas anak motor yang memiliki cara pandang dan selera yang sama.

Garasi-19-6

“Sejak tahun 2012 tempat ini sebenarnya sudah ada. Namun dulu masih berupa salon mobil dan sekaligus showroom mobil built-up yang hanya menjual beberapa unit mobil. Dan waktu itu namnya hanya Garasi saja. Karena kebetulan kami berlokasi di Jl. Bangka Raya no.19, ya kami ubah namanya menjadi Garasi 19,” beber Andre.

Garasi-19-7

Bila melihat latar belakang pengelola Garasi 19, Andre dan tiga orang partnernya memang cukup dikenal sebagai pedagang motor besar. Mulai dari tipe sport seperti Yamah R6 hingga Harley-Davidson Ultra Classic juga kerap menjadi mainan mereka. So, seluk beluk dalam mengolah sebuah used bike menjadi komoditi dagangan sudah mereka kuasai. Dan patut diingat, mereka cuma menjual motor bekas dengan kondisi yang prima dan tentu saja dilengkapi surat-surat.

Garasi-19-1

Nah dengan Garasi 19 ini mereka juga mulai merambah ke bisnis produk aftermarket. “Walau saat ini banyak orang yang beli produk aftermarket secara online, namun kami memiliki konsep ready stock. Tujuannya tentu saja agar pembeli bis melihat langsung fisik barang dan bisa bertransaksi di tempat,” lanjut Andre.

Garasi-19-12

Untuk awalan, Garasi19 memang masih dipenuhi oleh brand Harley-Davidson bererta aksesorisnya. “Main H-D lebih aman secara nilai jual dan putarannya, dan untuk mencari barang aftermarketnya juga tak terlalu sulit,” lanjut Andre. Walau saat ini mereka menjadi dealer Arlen Ness, PM, RSD, Drag Specialties dan Vance & Hines yang notabene sudah sangat dikenal di dunia customizing Harley, namun Andre justru ingin membuat Garasi 19 sebagai penjual barang berkulaitas tinggi namun belum terlalu dikenal, seperti beberapa brand Eropa dan Jepang yang hanya segelintir orang yang tahu.

Garasi-19-13

Di lahan seluas 800 meter persegi ini Andre menata bangunan menjadi 3 fungsi. Lantai satu terdiri dari showroom dan bengkel. Lantai atas dijadikan toko parts and accessories. “Untuk saat ini kami memang masih dalam tahap penyempurnaan. Jadi jumlah mekanik dan stall di bengkel masih sedikit dan masih disesuaikan pada kebutuhn customer yang hanya sebatas melakukan servis atau pemasangan part dan aksesoris.

Garasi-19-9

Untuk pengerjaan modifikasi, Garasi 19 memang belum mengarahkan ke sana karena memang perlu perisiapan khusus. Sementara agenda kegiatan yang kerap digulirkan Garasi 19 baru sekadar kongkow hingga riding santai keliling kota. “Saya mau buat annually touring di Indonesia, Eropa, Australia hingga Amerika. Yang jelas kami ingin membuat komunitas yang memiliki kultur mencintai sepeda motor namun dengan gaya yang asik,” ucap pria yang tinggal di kawasan Kebon Jeruk, Jakarta Barat ini.

Garasi-19

Garasi 19 juga sudah mengagendakan untuk turut berpartisipasi dalam beberapa gelaran dan pameran yang berkaitan dengan bikers. Seperti pameran di Rakerna HDCI di Madiun, lalu Bogor Bike Week hingga Sumatera Bike Week. Mereka akan membuka booth di sana.

Garasi-19--7

Yes, Andre ingin sekali menciptakan Garasi 19 sebagai tempat berkumpulnya para pecinta motor besar yang memiliki selera, gaya dan budaya bermotor yang keren dan jauh dari kesan arogan yang akhirnya berkesan kampungan. Bila kawasan Kemang yang dipilih sebagai lokasi, kami anggap Andre sudah tepat menjatuhkan pilihan.

Well, good luck bro.