Mengemudi kendaraan tidaklah semudah yang dibayangkan. Selain harus menjaga konsentrasi untuk memperhatikan kondisi lalu lintas agar perjalanan aman, pengemudi juga dituntut harus memberikan rasa nyaman bagi dirinya dan penumpang.

Oleh karenanya, gaya mengemudi perlu menjadi perhatian utama bagi  para pengemudi. Dengan gaya mengemudi yang tepat, Anda tentu mendapatkan banyak keuntungan. Seperti hemat bahan bakar, usia pakai kendaraan lebih panjang serta penumpang dan mungkin Anda sendiri sebagai pengemudi terhindar dari rasa mual di perjalanan.

Seperti apa gaya mengemudi yang sekiranya dianggap tepat, pemaparan berikut mungkin bisa jadi referensi bagi Anda.

Jaga Tekanan Ban

Sesuaikan tekanan angin pada ban kendaraan sesuai dengan rekomendasi yang diberikan pabrik. Umumnya informasi mengenai tekanan ban terdapat di bagian pilar pintu sisi pengemudi.

Tekanan angin yang kurang, membuat rotasi ban jadi lebih berat. Hal ini cenderung menambah beban kinerja mesin dan berpotensi ban meledak jika digunakan dalam waktu lama di kecepatan tinggi.

Sebaliknya jika tekanan angin terlalu berlebih, akan membuat bantingan terasa keras dan memperpendek usia suspensi.

Mengemudi Cerdas

Rencanakan perjalanan Anda, pilihlah rute yang dirasa paling dekat mencapai tujuan. Mengemudilah sesuai dengan ambang kecepatan yang berlaku di jalan dan gunakan jalur yang tepat dan hindari gerakan berpindah-pindah jalur tanpa tujuan yang jelas.

Hindari juga mengemudi dengan kecepatan yang terlalu rendah. Ingat, jalan raya merupakan fasilitas bersama, dengan begini tindakan Anda tentu merugikan bagi pengguna jalan lain.

Hindari Akselerasi dan Pengereman Mendadak

Mengemudi secara agresif tentu membuat konsumsi bahan bakar jadi lebih boros. Jagalah kecepatan dengan konstan dan ikuti ritme berkendara pengemudi lain di depan Anda dengan jarak yang aman. Berakselerasilah jika diperlukan.

Untuk berakselerasi dan deselerasi, injaklah pedal gas dan pedal rem secara halus, jangan secara mendadak. Sentakan yang terjadi akibat mengemudi yang agresif akan membuat penumpang dan mungkin Anda sendiri merasa mual.

Menjaga Putaran Mesin

Hal ini memiliki korelasi penting dengan kenyamanan mengemudi dan konsumsi bahan bakar. Sesuaikanlah putaran mesin dengan kecepatan Anda agar perjalanan menjadi efisien. Umumnya untuk mesin 4-silinder torsi paling baik berada di putaran 2.000 rpm hingga 3.000 rpm.

Mengemudi dengan putaran tinggi cenderung membawa Anda menjadi pengemudi yang agresif. Selain bahan bakar tentu lebih boros, usia pakai komponen pada mesin juga menjadi lebih pendek akibat friksi yang lebih cepat.

Pakai BBM Dengan Oktan Sesuai

Gunakanlah oktan atau cetane yang sesuai dengan rekomendasi pabrikan. Dengan begitu pembakaran dan performa mesin akan optimal sesuai dengan yang sudah di program dalam kontrol unit mesin bawaan pabrik.

Hal ini ditekankan oleh Boediarto, Head of Technical Service & CS Support Department PT Mitsubishi Motors Krama Yudha Sales Indonesia (PT MMKSI). Menurutnya, untuk dapat menghemat bahan bakar saat berkendara itu dipengaruhi oleh berbagai faktor. Diantaranya dengan menjaga putaran mesin, melaju dengan konstan, dan tentunya dengan menggunakan bahan bakar sesuai nilai oktan yang disarankan pada manual book.

Penggunaan oktan atau cetane yang lebih rendah dari kebutuhan mesin akan menyebabkan knocking atau pembakaran telat, hal ini mengurangi tenaga kendaraan dan mampu merusak komponen internal pada mesin secara jangka panjang.

Sebaliknya jika menggunakan oktan atau cetane yang jauh lebih tinggi dari yang dibutuhkan hanya membuat biaya pembelian bahan bakar melambung.

Gunakan AC Secukupnya

Aturlah suhu kabin secara tepat sesuai kebutuhan untuk mendinginkan kabin. Jika terlalu dingin, kompresor AC akan bekerja lebih panjang yang menambah beban kinerja mesin. Dengan begini otomatis konsumsi bahan bakar bakal lebih boros.