Berangkat dari minat yang sama terhadap kegiatan adventure touring, para pemilik sepeda motor petualang ini membentuk satu komunitas yang dinamakan GSrek Indonesia. Perkembangannya pun terbilang pesat. Sejak musyawarah nasional pertamanya pada 6 November 2015 silam, mereka telah memilik lima chapter (Jakarta, West Java, Central Java, Sulawesi, South Borneo) dengan total 200-an member.

“GSrek Indonesia lahir dari teman-teman yang punya hobi adventure touring. Lalu, timbul inisiatif untuk membentuk suatu wadah yang bisa menggabungkan semua,” jelas Reza Syarif, Chief Jakarta Chapter GSrek Indonesia.

GSrek Indonesia 3

Walau dihuni banyak pemilik sepeda motor BMW GS, komunitas ini tidak menutup pintu keanggotaannya untuk penunggang sepeda motor merek lain. “Kita tidak eksklusif satu merek tapi juga mengajak teman-teman pemilik KTM, Yamaha, Kawasaki, atau Honda,” sambung Reza.

Sekarang Reza dkk tengah berupaya medaftarkan komunitasnya ke Ikatan Motor Indonesia (IMI) agar memperoleh kemudahan saat hendak melakukan touring ke mancanegara.

GSrek Indonesia 2

Bicara touring ke luar negeri, Reza mengakui jika negara lain punya banyak keunggulan di beberapa aspek. “Selama saya pernah pergi (touring ke luar negeri) tata tertib lalu lintas dan jalannnya sudah sempurna,” ungkap Reza. Kendati demikian, kesempurnaan tersebut bukanlah yang jadi incaran.

Kepuasan riding sesungguhnya justru didapatnya saat berpetualang di Tanah Air. “Kalau soal tantangan, Indonesia lebih bagus,” ungkap Reza. Dirinya mengaku sangat terkesan dengan keindahan yang dimiliki kawasan Indonesia timur. “Harus diakui kawasan Indonesia timur itu indah. Mulai dari Flores, Maumere, Labuan Bajo,” tambahnya.

GSrek Indonesia 1

Guna memperkuat basisnya di setiap daerah, GSrek Indonesia ingin mengajak lebih banyak anggota bergabung. Pemilik sepeda motor adventure touring di kawasan Jakarta yang ingin merapat, bisa mendatangi gerai DnF Apparel yang beridiri di Jl. Pangeran Antasari No. 21, Jaksel.