Setelah absen hampir sepuluh tahun lamanya, balap gokart internasional Asian Karting Open Championship (AKOC) akhirnya kembali berhasil diselenggarakan di Indonesia oleh Sentul International Karting Circuit akhir pekan lalu, Sabtu – Minggu 15-16 Februari 2020. Indonesia menjadi negara pembuka putaran pertama kejuaraan gokart Asia paling bergengsi yang akan berlangsung sebanyak lima putaran sepanjang 2020.

Meski diguyur hujan lebat selama dua hari pada Sabtu dan Minggu, tak menyurutkan semangat para kontingen karting Asia yang berasal dari Indonesia, Malaysia, Singapura, Thailand, Filipina, Srilanka dan Jepang ini. Pembalap-pembalap Indonesia baik petarung di kelas Mini Rok, Junior maupun Senior masih berhasil mendominasi pembalap mancanegara yang bertarung di AKOC Round 1 2020.

Dalam setiap putarannya, Asian Karting Open Championship (AKOC) 2020 melombakan tiga kelas bergengsi yakni Mini Rok Open, Formula Junior 125 Open dan Formula Senior 125 Open. Di masing-masing kelas, pembalap Indonesia mayoritas masih menjadi kampiun untuk mempecundangi rival di kelasnya.

Di kelas Mini Rok, pembalap belia berusia 9 tahun, Qarrar Firhand berhasil unggul dalam balap dua sesi dengan catatan waktu tercepat 57.060 di depan pembalap Indonesia, Kimi Rae Fitriansyah; pembalap Malaysia, Timofey Mikhaylov dan pembalap Filipina, Nicos Sebastien Kawpeng. Qarrar yang merupakan putra dari pembalap kawakan Firhand Ali juga berhasil menjadi fastest of the Day di kelas Mini Rok Open, AKOC 2020.

Sementara di kelas Formula Junior 125 Open Junior, pembalap Indonesia Gael Julien harus puas berada di posisi kedua dibelakang pembalap Filipina, Zachary David dengan catatn waktu tercepat saat hujan pada 59,171 detik. Gael yang masih keturunan Perancis dari orang tuanya masih berhasil berada di depan pembalap Filipina, William Riley Tgo dan pembalap Malaysia, Raja Arif Azmi.

Sedangkan di kelas Formula Senior 125 Open, pembalap Indonesia, Silvano Christian unggul dengan catatan waktu 50,762 di depan rival sebangsanya, Prasetyo Hardja; pembalap Jepang, Ayato Iwasaki dan pembalap Indonesia, Rava Mahpud yang merupakan putra dari pembalap gokart senior, Eris Mahpud.

Saat kompetisi di kelas ini berlangsung, guyuran hujan turun dengan begitu lebatnya. Beberapa pembalap pun sempat mengalami melintir keluar lintasan pada wet race ini. Namun tak menyurutkan semangat para pembalap gokart Asia ini untuk berjibaku menjadi yang terdepan.