Bayang-bayang kegagalan tampaknya masih sulit dilupakan oleh Dani Pedrosa usai semua insiden yang terjadi di Assen beberapa waktu yang lalu. Pebalap Repsol Honda ini mengalami banyak sekali kejadian yang buruk dalam perjalanannya yang berakhir di posisi ke-8 akhir pekan itu.
Rentetan demi rentetan kejadian naas menghampirinya sejak babak pemanasan. Dia bekerja keras untuk meraih puncak dan berakhir dengan sebuah insiden.
“Itu adalah hari yang buruk. Saya mengalami tabrakan yang sangat aneh pada pagi hari. Saya mencoba untuk lurus, melakukan pengereman dan ban sudah dalam temperaturnya. Sayangnya saya kehilangan kendali di depan tanpa pemberitahuan,” jelas pria Spanyol ini.
Kecelakaan tidak dapat dihindari. Pedora terjatuh dan motornya rusak. Dirinya juga mengalami luka di tangan kiri, tepatnya jari tengah dan jempol karena sarung tangannya terlepas. Dia pun berusaha menahan rasa sakit dengan painkiller.
Dia pun menggantinya dengan motor cadangannya dan tetap mengalami masalah. “Saat saya akan melepas kopling waktu start, motornya tidak bereaksi. Saya harus melepasnya secara utuh dan bar motor tersebut dapat berjalan,” bebernya.
Penurunan posisi tidak dapat dihindari. Pedrosa turun ke posisi 13 dari empat. Belum lagi dia memiliki masalah dengan pengeraman. Dia mencoba menyesuaikan namun tidak dapat mengendalikannya.
“Sangat sulit untuk beradaptasi. Untungnya di akhir balapan saya bisa merebut beberapa posisi. Meski begitu saya tidak dapat mengerem dengan baik dan pada lap terakhir Crutchlow melibas saya dan saya kehilangan banyak posisi di situ,” pungkasnya.