Sulit disangkal jika menunggangi motor-motor bergaya sporty, seperti yang datang dari merek Ducati otomatis bisa memacu adrenalin. Hasrat untuk menjelajahi performanya pun tak bisa dibendung.

Hal tersebut diakui selebriti Gading Marten yang sempat memiliki salah satu varian motor kelahiran Borgo Panigale. Namun, kini dirinya telah berpindah aliran dan ingin lebih menikmati momen-momen riding santai di atas Harley-Davidson Sportster Forty-Eight 2012 miliknya.

“Ducati memang untuk akselerasi. Tapi untuk kondisi Jakarta, begitu gua coba Forty-Eight jauh lebih enak ini,” katanya di sela-sela acara ‘1st Sportster Night’ beberapa waktu lalu.

Ingin tampil berbeda dengan pengguna Sportster Forty-Eight lain, Gading pun mengirim motornya ke gerai modifikasi Garasi 19 yang berdiri di Jl. Bangka Raya, Jakarta Selatan. Arah ubahan langsung dibicarakan dengan Andre, punggawa gerai tersebut yang kebetulan memang telah dikenalnya.

“Tadinya konsep gue mau full hitam tapi setelah dilihat-lihat sudah banyak yang menggunakan konsep tersebut,” kata Gading. Akhirnya, konsep kombinasi warna yang mengedapankan aksen-aksen emas dipilih.

Kepada TheGaspol, Andre mengaku tak menemui kendala berarti dalam proses pengerjaan motor berjuluk “Gold Digger” tersebut. Hanya saja, dirinya berusaha selektif dalam memilih metode pewarnaan emas tersebut.

“Ternyata gak segampang itu buat nyari yang kualitasnya benar-benar bagus. Ini disebutnya gold platting. Pada dasarnya dikrom dulu baru dilapisi emas. Semua pengerjaannya di Indonesia dan memakan waktu sekitar tiga bulan” jelas Andre.

Guna melengkapi ubahannya, komponen-komponen after market berlabel Roland Sands Design (RSD) diboyong sehingga mendominasi hasil akhir. Kendati demikian, sorotan patut ditujukan pada goresan airbrush pada tangki bahan bakar.

Di mana Gading menyematkan nama sang istri, Gisella, serta buah hatinya, Gempita, yang tertulis dalam huruf Jawa. Mendampinginya, Gading memilih gambar “mesin” jam analog yang tergambar di sisi kanan-kiri tangki. Semuanya merupakan garapan tangan-tangan dingin Freeflow Kustom Painting yang bermarkas di Bandung.