Petaka di Tol Cipularang yang melibatkan kecelakaan hingga 21 mobil dengan 8 orang tewas, Senin (2/9) lalu disebabkan oleh lalainya pengemudi dump truck Hino. Atas kejadian ini, manajemen PT Hino Motor Sales Indonesia (HMSI) menanggapi kejadian tersebut.

Melalui Direktur Sales & Promosi HMSI, Santiko Wardoyo, pihaknya menyampaikan keprihatinannya atas insiden tersebut. “Kami sangat prihatin atas kejadian kecelakaan tersebut. Atas nama manajemen dan keluarga besar Hino Indonesia kami turut berduka dan berbelasungkawa yang sedalam-dalamnya atas jatuhnya korban jiwa dan luka. Semoga diberikan tempat terbaik di sisi-Nya, dan keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan,” ujarnya.

Hino juga turut menyampaikan bahwa pada kejadian tersebut kedua unit dump truck dengan nomor polisi B 9763 UIT dan B 9410 UIU dalam investigasi bersama pihak Kepolisian ditemukan dalam kondisi tidak malfungsi baik sistem kemudi dan pengereman. Dengan begitu penyebab daripada terjadinya insiden fatal di jalan Tol Cipularang Km 91 lalu dapat disimpulkan murni merupakan kesalahan pengemudi dan muatan yang kelebihan beban (perusahaan transportir), mengingat kontur jalan turunan.

Senior Executive Officer Technical & Service HMSI, Irwan Supriyono mengatakan “Tim kami telah melakukan pengecekan terhadap dua unit tersebut di Tempat Kejadian Perkara (TKP). Temuan di lapangan menunjukkan bahwa semua sistem rem dan kemudi pada kedua truk tersebut dalam keadaan standar dan berfungsi normal (tidak blong).”

“Kami himbau pengemudi untuk mengoperasikan kendaraan sesuai dengan ketentuan dan kondisi jalan. Karena apabila kendaraan dengan muatan penuh dikendarai dengan kecepatan tinggi, terlebih di jalan menurun, tentu akan sangat sulit untuk dikendalikan. Gaya gravitasi mengakibatkan momentum kendaraan yang semakin besar. Sehingga pengereman menjadi berat dilakukan apalagi jika hanya mengandalkan  rem kaki (pedal brake)” tambah Irwan.

Santiko menambahkan, apabila semua pengecekan kendaraan dilakukan dan tahapan pengereman ini dilakukan, maka keselamatan dalam berkendara dapat ditingkatkan. Dan yang terpenting adalah peraturan dipatuhi khususnya kecepatan dan muatan kendaraan. Tidak memacu kendaraan dengan kecepatan tinggi, terutama di jalan menurun.