Bali memang masih menjadi salah satu ikon destinasi wisata terbaik di Indonesia. Keindahan alam dan budayanya, menjadi magnet untuk menggaet wisatawan baik domestik dan luar negeri.

Perjalanan kami kali ini ke Bali sedikit berbeda karena ada misi khusus yang akan dilakukan disana. Ya, kami datang ke Pulau Dewata demi hadir di first annual meet Indonesian Civic Estilo di Garuda Wisnu Kencana (GWK) Sabtu, 21 September 2019 lalu.

Kami datang karena ingin melihat jajaran hatchback-hatchback keren yang tampil di kegiatan tersebut. ‘sedan buntung’ lansiran Honda di era 1990-an ini memang punya pesona tersendiri. Di era hadirnya mobil modern berteknologi kekinian, Honda Civic Estilo masih tidak kalah pamor dan penampilannya di masa kini.

Tekad yang besar untuk tampil di acara tersebut, membuat Rama Prastawa nekat membesut Honda Civic Estilo miliknya dari Lampung ke Bali. Tentu bukanlah sebuah perjalanan yang mudah, mengingat jarak yang harus ditempuh sejauh hampir 1.700 km dengan kondisi jalan yang beragam.

Tantangan tersebut bukan halangan, Rama, panggilan akrabnya, justru semakin semangat membawa Estilo kesayangannya ke Bali demi tampil di gelaran tersebut. Segala persiapan telah ia lakukan sejak sebulan silam, pasalnya membawa mobil yang sudah berumur dan telah di modifikasi sejauh 1.700 km perlu kesiapan yang matang.

Ini adalah Honda Civic Estilo pertama miliknya yang dibeli dari seorang penggemar mobil serupa di Tasikmalaya, Jawa Barat. Paket aksesori opsional yang menempel di mobil tersebut membuat pria asli provinsi Bandar Lampung ini kepincut.

Sejatinya Honda Civic Estilo racikan lokal berkelir Aztec Green Pearl ini punya kode lahir SR3, namun upaya mempercantik tunggangan telah dilakukan dengan mengganti seluruh bagian kabin menjadi milik EG6 kelahiran Jepang yang punya banyak perbedaan dengan lansiran PT Imora Motor pada 1995 silam.

Seperangkat kabin EG6 berwarna abu-abu, menggusur kabin asli yang berwarna hitam, termasuk bagian trim pintu keseluruhan. Selain itu sepasang kursi depan dan jok belakang model reclining yang punya fitur rata lantai juga disematkan untuk tampil all out ala interior Honda Civic EG6 Japan Domestic Market (JDM).

Peranti pemanja telinga juga seluruhnya diganti dengan lansiran Gathers yang merupakaan opsional dari Honda Civic EG6 kelahiran Jepang. Meski resiko tak lagi bisa mendengarkan siaran radio akibat perbedaan gelombang frekuensi antara Jepang dan Indonesia, namun hal ini tetap ditempuhnya, termasuk hanya ada pilihan mendengarkan lagu dari kepingan Compact Disc saja karena di zamannya belum ada teknologi pemutar lagu berformat MP3 ataupun teknologi sambungan Bluetooth.

Peranti audio lansiran Gathers ini didapatkannya komplit termasuk speaker depan, speaker belakang hingga mid-bass gantung yang terdapat pada pilar C sisi dalam. Komponen ini termasuk barang-barang langka yang diburu oleh para penggemar Honda Civic Estilo.

Ada hal menarik dari eksterior Honda Civic Estilo, di bagian atap terdapat fitur ragtop elektrik berlabel Webasto. Ragtop merupakan sebuah aksesori yang sulit didapat, apalagi yang peruntukannya memang didesain untuk atap Estilo. Berbeda dengan sunroof yang versi Jepangnya sendiri fitur ini menjadi opsional. Rasanya, tak banyak Honda Civic Estilo di Indonesia yang mengaplikasikan ini di bagian atapnya.

Sumber pacu asli berkode D16 memang masih dipertahankan, namun untuk mengekstrak tenaganya bagian kepala silinder digunakan milik versi Jepang berkode P08 dengan fitur VTEC atau Valve Timing Electronic Control. Rama cukup puas dengan setup ini, tenaga mesin yang dihasilkan mampu mengakomoidr kebutuhannya saat ditanjakan maupun berakselerasi melewati kendaraan lain,

Persiapan menempuh perjalanan jauh juga menyentuh sektor mesin ini, seluruh komponen pengapian dan udara di format ulang agar tidak mengalami hambatan di jalan. Namun Rama mengakui bahwa perjalanannya terkendala sedikit akibat permasalahan pada kabel distributor pengapian dan hal tersebut dapat ia atasi dengan mudah.

Mengejar tampilan rendah, bagian suspensi kena sentuh modifikasi. Untuk mengurangi ketinggiannya, per keong dan shockabsorber di custom dengan tetap mengacu pada kenyamanan berkendara. Artinya untuk dibawa perjalanan keluar kota, suspensi ini masih harus dapat memberikan kenyamanan dan keamanan di kecepatan tinggi.

Saat melibas jalanan bergelombang, mobil ini masih menampakkan ayunan suspensi yang cukup untuk meredam guncangan. Tidak terlalu progresif atau bahkan rigid yang secara jelas terlihat tidak nyaman.

Lingkar roda juga berkiblat pada tampilan standar Honda Civic Estilo base model lansiran Jepang dengan seperangkat pelek besi berdiameter 15 inci serta wheel cover atau dop versi negeri matahari terbit.

Bagi Rama, value yang didapat dari mobil ini melebihi dari nominal rupiah yang ia keluarkan. Mengingat banyaknya aksesori opsional yang sudah menempel. Anda boleh jadi punya uang untuk menebus barang-barang tersebut, namun Anda belum tentu dapat menemukannya di pasaran.

Uji nyali  perjalanan keluar kota sejauh hampir 1.700 km sudah ia tuntaskan. Demi tampil di perhelatan akbar Indonesian Civic Estilo, ia rela mengambil cuti cukup panjang dari pekerjaannya dan berada di jalan bersama mobil kesayangannya hampir seminggu lamanya.

Salut buat usaha yang dilakukan oleh Rama.