Tahun 2015 lalu, PT Honda Prospect Motor (HPM) sudah menghentikan secara resmi penjualan Freed ke konsumen setelah mulai dipasarkan sejak tahun 2008. Alhasil di segmen low MPV dengan model pintu geser kini Toyota Sienta bebas ‘bermain’ sendirian akibat tak ada seterunya.

Salah satu alasan HPM menghentikan penjualan Freed karena MPV ini ternyata kurang begitu diminati konsumen tanah air lantaran punya desain yang boxy di era modern ini. HPM juga mencatat angka penjualan Freed yang secara rata-rata masih jauh dari ekspektasi Honda, yakni hanya 1.000 – 2.000 unit per bulan.

Meski pihak prinsipal Honda di Jepang telah melansir model baru dari Freed, namun HPM kelihatannya belum tertarik untuk kembali menghadirkan MPV berfirtur Power Sliding Door (PSD) tersebut ke bursa mobil seven seater.

Jonfis Fandy, Marketing & After Sales Service Director PT Honda Prospect Motor menyebutkan, pihaknya hingga kini belum ada rencana membawa kembali Honda Freed ke Indonesia. Jika dipaksakan pun harganya akan bersinggungan dengan varian MPV seven seater lain dari Honda.

Di negara asalnya, Honda Freed lansiran terbaru dibanderol seharga 2,8-3,1 juta Yen atau setara Rp 336-375 juta. Angka ini sangat dekat dengan MPV varian tertinggi dari Honda seperti BR-V, Mobilio RS bahkan compact SUV HR-V.