Sejak diluncurkan  pada 2013, Honda terus mengembangkan lokal konten untuk Brio Satya. Banyaknya lokal konten yang dinilai dalam sebuah persentase, merupakan syarat wajib dari Kementerian Perindustrian untuk produk mobil murah ramah lingkungan atau Low Cost Green Car (LCGC).

Saat ini PT Honda Prospect Motor (HPM) menyatakan lokal konten yang terdapat dalam Brio Satya telah mencapai lebih dari 89%. Menurut regulasi yang dirilis oleh Kementerian Perindustrian, lokal konten untuk sebuah kendaraan LCGC minimal harus mencapai 80%.

Dalam sebuah diskusi, Yusak Billy, Business Innovation Sales & Marketing Director HPM menjelaskan bahwa pihaknya berupaya untuk terus meningkatkan kandungan lokal yang ada di Honda Brio Satya. Saat ini beberapa komponen yang masih didatangkan dari luar negeri mayoritas berupa komponen mesin seperti di bagian silinder blok dan kepala silinder.

Lebih lanjut Yusak Billy menyatakan bahwa Honda di Indonesia masih mengupayakan untuk meningkatkan kandungan lokal dari produksi Honda Brio Satya agar lebih efisien dalam biaya produksi dan pemasarannya.

Sejak diproduksi di Indonesia mulai 2013 lalu, angka penjualan Honda Brio terus menanjak. Selain menjual Honda Brio di pasar domestic, sejak 2019 lalu HPM juga melakukan ekspor Honda Brio kepada dua negara yakni Filipina dan Vietnam.

Sepanjang 2019, HPM mencatatkan angka ekspor sebanyak 8.000 unit dan diikuti 6.000 unit sepanjang 2020 lalu. Saat ini Honda Brio juga tercatat sebagai kontributor terbesar penjualan mobil Honda di tanah air.