Produsen mobil asal Korea Selatan, Hyundai dan KIA mendapat gugatan keras dari konsumennya di Amerika Serikat. Pasalnya telah terjadi beberapa kasus yang menyebabkan mesin terbakar dengan sendirinya saat mobil berjalan.

Diduga karena kesalahan konstruksi lubrikasi menjadi penyebab utamanya terbakarnya mesin. Pelumas yang sedianya mengalir ke bagian-bagian internal mesin, tidak mengalir secara optimal. Akibatnya seluruh komponen penggerak yang memerlukan pelumasan menjadi aus dan timbul gesekan sehingga menimbulkan lubang pada mesin. Akibatnya cairan pelumas bocor dan menimbulkan api.

Permasalahan ini terjadi pada model Hyundai dan KIA yang menggunakan mesin bensin GDi Theta II 2.0 liter Turbocharger dan 2.4 liter Naturally Aspirated. Mesin ini digunakan oleh Hyundai Sonata, Kia Sportage dan Kia Optima untuk produksi 2011 – 2019. Model lain, Kia Sorento dan Soul (2012 – 2019), Hyundai Santa Fe Sport lansiran 2013 – 2019.

Dalam surat gugatan yang dibuat oleh Hagens Sobol Shapiro LLLP, mencatat ada 350 laporan atau complain yang disampaikan kepada NHTSA (National Highway Traffic Safety Administration) di Amerika Serikat  dari konsumen terkait mesin terbakar tersebut. Kedua pihak pabrikan pun dianggap kurang sigap dalam hal mengambil tindakan karena tak memenuhi panggilan pihak NHTSA untuk menyelesaikan kasus ini.

Dalam sebuah kasus terakhir, ada keluhan dari pengguna Hyundai Santa Fe 2015 di Illinois dengan kasus serupa. Saat pengemudi berkendara di jalan bebas hambatan di Bloomingdale, mesinnya terbakar. Setelah diperiksa, ada keausan pada material connecting rod atau setang piston yang menghantam blok mesin dan membuat lubang pada mesin. Sehingga menyebabkan cairan pelumas bocor dan terbakar karena terkena panas mesin.