Dua pabrikan otomotif asal Korea Selatan, Hyundai dan KIA sepakat untuk berinvestasi senilai US$ 300 juta pada bisnis digital berplatform transportasi asal India bernama Ola. Dalam kerja sama ini, Hyundai, KIA dan Ola bakal berkolaborasi menyiapkan kendaraan listrik dan infrastrukturnya untuk digunakan sebagai alat transportasi massal bagi masyarakat India.

Ola merupakan sebuah rintisan baru di sektor digital yang mengembangkan aplikasi ride-hailing seperti Go-Jek dan Grab di tanah air. Namun sedikit berbeda, karena menurut perencanaan pengguna jasa penyedia transportasi Ola hanya akan menggunakan mobil listrik yang dikembangkan oleh Hyundai dan KIA khusus pasar India.

Bagi Hyundai dan KIA, kerja sama ini merupakan kiat perusahaan untuk memanfaatkan transportasi berbasis aplikasi demi meningkatkan penjualan mobil listrik mereka. Sementara penjualan mobil listrik secara komersil belum diluncurkan.

Baca juga : Ride-Sharing dan Ride-Hailling di Indonesia Apa Bedanya?

 

Hal ini merupakan bagian dari rencana ambisius Perdana Menteri Narendra Modi untuk membuat menghentikan produksi mobil berbahan bakar minyak pada tahun 2030.

“Kemitraan kami dengan Ola tentu akan mempercepat upaya kami untuk menjadi penyedia solusi mobilitas pintar,” kata Euisun Chung, wakil ketua eksekutif¬†Hyundai¬†Motor Group.

Bagi Ola sendiri investasi ini menjadi salah satu dorongan dalam pengembangan mobil listrik yang sudah mereka uji cobakan dua tahun lalu di Nagpur, Maharashtra. Menurut Corporate Executive Officer (CEO) dan pendiri Ola, Bhavish Aggarwal, kemitraan ini juga akan secara signifikan menguntungkan mitra pengemudi di platform kami.