Hyundai Santa Fe g

The Korean Wave memang sudah melanda dunia. Hallyu adalah sebuah kata baru yang mengacu pada peningkatan popularitas budaya Korea Selatan. Istilah ini awalnya diciptakan pada pertengahan 1999 oleh jurnalis Beijing yang terkejut dengan bertumbuhnya kegemaran warga China pada sejumlah komoditi budaya Korea Selatan. Mereka kemudian disebut fenomena baru ini sebagai “Hánliú”, yang secara harfiah berarti “aliran Korea”.

Awalnya memang didorong oleh penyebaran K-drama televisi di seluruh Asia Timur dan Asia Tenggara. Korean Wave berkembang ke Korea (K-pop) dimana video musiknya selalu mendapatkan banyak penonton di televisi maupun YouTube. Saat ini, penyebaran Korean Wave sudah menjalar ke sulurh dunia. Dan sasarannya bukan hanya kaum muda, namun kaum dewasa pun sudah mulai ikut terjangkit. Janga dilupakan juga. Produk-produk gadget dan elektronik Korea seperti Samsung dan LG pun sudah merupakan salah satu wujud ‘Gelombang Korea’ ini.

Hyundai Santa Fe e

Well, melihat hal ini, pemerintah Korea Selatan menggunakan dan mendukung secara penuh Korean Wave sebagai alat untuk soft power. Pada akhirnya, pemerintah berharap bahwa penerimaan budaya Korea Selatan di luar negeri akan menjadi sebuah ‘balasan’ negeri Ginseng ini pada penyerapan budaya barat yang luar biasa imbasnya di negeri mereka.

Nah, Sejak kehadirannya di tanah air memang akhir tahun 90-an. Brand Hyundai memang harus banyak belajar dan berjuang keras menanamkan image produknya. Meski di Amerika Serikat namanya sudah sangat melekat sebagai half price car dan masuk dalam lima besar brand terlaris, namun di Indonesia semua itu tak menjadi jaminan. Banyak faktor yang menentukan untuk menjadi juara di hati konsumen.

Hyundai Santa Fe d

Santa Fe generasi pertama memang sangat dicemooh di seluruh dunia. Maklum bentuknya seperti makhluk dari planet Mars. Generasi kedua cukup disukai, utamanya pada teknologi mesin dieselnya yang halus dan efisien.

Hingga akhirnya generasi ketiga inilah yang menjadi gong Santa Fe. Desain bertema “Fluidic Sculpture” atau ukiran air yang tentu saja sangat atraktif dan modern.  Obyektifnya memang jelas. Untuk menyerang Toyota Fortuner dan  Mitsubishi Pajero Sport. Harga memang mirip-mirip, namun Hyundai hadir bagaikan artis Korea yang sedang digandrungi dengan penampilan menawan. Styling eksterior yang sangat berani ini dilahirkan pada pusat desain Hyundai di California Selatan. Dan Santa Fe Sport dirakit di fasilitas produksi Hyundai di Georgia. Hmmm..campur tangan pihak non-Korea inilah yang tentu saja menjadi penyegaran yang signifikan pada seluruh range produk Hyundai.

Hyundai Santa Fe c

Tiga hal yang menjadi syarat utama untuk laris di tanah air sudah mereka penuhi. 7-seater, SUV dan harga dibawah pesaing di kelasnya. Kalau sudah begini, calon konsumen sudah mulai mengesampingkan masalah brand. Namun bukan berarti Hyundai memiliki kualitas rendah. Coba Anda simak sendiri desain bodi, interior, mesin dan fitur-fitur canggih yang dimilikinya. Hal ini tentu saja bisa menjadi senjata untuk melawan produk Jepang yang sudah mapan.

Putar kunci, Anda sudah langsung disambut dengan greetings ‘Welcome’ di layar display. Begitupun saat Anda cabut, timbul tulisan ‘Goodbye’. Hal ini tentu saja menambah kehangatan antara mobil dan pengendaranya.

Hyundai Santa Fe b

Interior juga dibuat sedinamis mungkin dengan lekukan dashboard yang berpola bagai gelombang. Semua informasi kondisi kendaraan bisa disimak dari information display yang terletak di cluster speedometer. Kami tak banyak komentar tentang desain, kelapangan dan kualitas interior. Yang jelas sudah lebih dari cukup. Hanya saja kualitas head-unit perangkat audio saja yang kami anggap belum keren.

Mau tahu apa yang paling kami suka? Yes, bentuk lampu depan dan belakangnya. One of the best untuk saat ini. Lingkar velg 18” untuk tipe bensin yang kami coba dan 19” untuk tipe Diesel yang notabene lebih laris dan favorit memang memiliki motif palang yang enak dipandang.

Hyundai Santa Fe f

Soal mesin, unit bensin yang kami coba dijejali mesin Theta II 2.4L MPI DOHC 16 Valve yang sanggup menghasilkan tanaga 176 tenaga kuda pata putaran 6.000rpm, serta torsi 227 Nm pada putaran 3.750rpm. Tenaga segitu disalurkan pada transmisi otomatis 6 Speed Shiftronic yang cukup baik kinerjanya walau tak terlalu sporti dan responsive bagi kami.

Handling? Untuk melawan Fortuner dan Pajero Sport kami sudah menyatakan Santa Fe jauh lebih unggul. Produk yag dirakit di Ulsan, Korea paling bercitarasa ‘sedanlike’. ABS, EBD, BA dan segenap peranti pengawal keselamatan penumpang sudah dipenuhinya. Santa Fe juga telah mendapatkan banyak penghargaan perihal desain terbaik dari berbagai lembaga survey dan media luar. Malah ada hal menarik yang perlu kita ketahui. Bahwa ia memiliki koefisien hambatan angin yang lebih rendah dari Porsche Cayenne S maupun Range Rover Evoque. Hmmm…

Hyundai Santa Fe h

Tak perlu panjang lebar, banderol 448 juta Rupiah yang ditawarkan bisa menjadi opsi lain bagi calon pembeli Honda CR-V yang ingin membeli sebuah SUV yang berbodi lebih besar.

So, selamat datang Hallyu