Hyundai Tucson 9

Pepatah lama mengatakan “tak kenal maka tak sayang, tak sayang maka tak cinta”. Nah, tak perlu sampai cinta dulu dengan produk ini. Walau bisik teman-teman saya yang pernah ke negeri Ginseng mengatakan bahwa penduduk Korea sangat mencintai kendaraan produk dalam negeri mereka yang disinyalir mencapai 80% persen dari total populasi mobil. Dan Hyundai menduduki posisi teratas.

Hyundai Tucson 7

Well, sebelum jatuh cinta, tentu kita harus berkenalan dulu dengan Hyundai. Bagi kami salah satu element Hallyu (penyebaran budaya dan produk Korea) yang satu ini memang sudah sekuat sinetron Korea, makanan Korea hingga K Pop yang sudah mendunia. Malah di USA penjualan Hyundai sempat menduduki posisi tiga besar.

Hyundai Tucson 16

So, apa yang spesial dari Hyundai Tucson facelift yang dilansir di Jakarta April lalu ini?  Yang namanya facelift alias penyegaran, tentu tak banyak perubahan radikal. Secara eksterior, body masih menggunakan generasi sebelumnya. Namun betuk grille dibuat menyatu (single frame). Dan tak lagi berlabur krom, kini diganti dengan warna doff untuk menambah kesan sporty dan elegan. Alhasil bentuk menyatu yang tidak lagi terpisah seperti pada model tahun sebelumnya menjadi mirip dengan saudara besarnya, Santa Fe.

Hyundai Tucson 5

Langkah yang diambil Hyundai cukup jitu dengan menambahkan fitur DRL (Daytime Running Light) yang sudah menjadi standar keselamatan umum saat ini. Dengan desain vertikal pas di sebelah foglamp. Lampu depan dengan projection headlamp bi-xenon yang mengadopsi model kotak dan lampu LED berbentuk alis dan lampu belakang pun sudah dikelilingi aksen LED yang tentu saja menjadi syarat mutlak mobil  terkini.

Hyundai Tucson 6

Sebuah kelebihan yang bakal menjadi daya tarik lain adalah terdapat fitur panoramic sunroof yang berukuran besar. Dengan fitur panoramic sunroof inilah yang membuat Tucson sejajar dengan Mitsubihsi Outlander PX. Malah Mazda CX5 hanya memberikan sunroof ukuran biasa. Hal ini tentu bisa menjadi pertimbangan bagi para konsumen Honda CRV yang notabene tak memiliki ‘atap bolong’.

Hyundai Tucson 8

Pada bagian velg tidak mendapat perubahan yang signifikan dan masih sama seperti generasi terdahulu dimana keempat roda sudah dibekali 4 buah rem cakram lengkap dengan fitur ABS, EBD dan BA sebagai fitur keamanan standar mobil Hyundai Tucson.

Hyundai Tucson 15

Sektor interior, unit bertipe XG yang kami uji sudah cukup lumayan dibuat meewah dengan balutan kulit di seluruh jok. Namun secara umum interior masih belum terlihat adanya pembaruan. Perangkat audio masih sama dengan sebelumnya, begitupun dengan tombol-tombol pengontrol pendingin udara. Hanya layar kamera mundur yang menyatu dengan kaca spion dalam yang membuat kami suka.

Hyundai Tucson 2

Mesin? Dibekali NU 2.0 MPI D-CVVT 2000cc, bertenaga 158 hp yang dibekali transmisi 6-speed shiftronic. Cukuplah. Tarikannya halus, walau kami anggap tak ada sensasi akselerasi yang sangar. Nah, pengalaman kami mengendarai Hyundai kelas premium, kami merasakan karakter perpindahan gigi pada transmisi otomatisnya  adalah salah satu yang terhalus dan terbaik. Jujur, ini enggak ‘lebay.

Hyundai Tucson 1

Tapi bukan itu semua yang kami anggap spesial. Sisi pengendaraannya yang membuat kami sedikit terkejut. Yup, sejatinya seorang jurnalis otomotif, tentu kami kerap mencoba berbagai jenis dan merek mobil. Di segment SUV menengah yang diisi oleh Nissan X-Trail, Honda CRV, Mitsubishi Outlander dan Mazda CX5, Tucson punya kelebihan.

Hyundai Tucson 14

Ya, Tucson paling nyaman dikendarai. Padding busa karet kursinya paling enak diduduki, suspensi depan macpherson strut dan multi-link di belakang (yang notabene umum dimiliki mobil saat ini) juga lembut. “Aneh, di saat segmen ini berusaha membuat mobil berkarakter se-sporti mungkin dengan bantingan yang stiff, bantingan Tucson malah seperti kita sedang menumpang SUV besar macam Toyota Land Cruiser. “Ssstt… Malah Santa Fe kalah nyaman”, ucap seorang teman.

Hyundai Tucson

So, bagi kami Anda wajib berkenalan terlebih dahulu dengan Hyundai sebelum skeptis menganggap brand Korea belum sekualitas mobil Jepang. Kenyamanan berkendara yang kami rasakan di atas brand-brand Jepang lainnya tentu saja menjadi faktor penggoda. Apalagi tipe XG berkelir Atomic Orange yang kami coba cuma dibanderol Rp 379 juta untuk tipe off the road. Alias di bawah lawan-lawannya yang bermain di kisaran Rp 400 jutaan.

Hyundai Tucson 3

Ya, faktor Control I (italic) inilah yang membuat Hyundai berharga miring sesuai logo huruf H nya yang condong. Sebab kalau control I kita tekan, maka huruf H nya akan tegak. Dan tebak saja brand mobil apa yang berlogo H tegak?