7. Lancia Stratos

Jika ada sebuah mobil yang diciptakan untuk dikendarai dengan sangat agresif, mungkin jawabannya adalah Lancia Stratos. Dibekali dengan tampang garang buah coretan Marcello Gandini, serta mesin milik Ferrari 246 Dino yang disumbang oleh Enzo Ferrari, pada 8 April 1973 Stratos menggondol kemenangan perdananya di ajang Firestone Rally. Setelah menduduki posisi runner up di Targa Florio sebulan kemudian, di 23 September 1973 Stratos berhasil memenangkan Tour de France Auto.

8. Ford Escort RS1800

Kesuksesan Ford Escort RS1600 di ajang reli menular ke Ford Escort MK2 RS1800. Mobil yang lahir di Aveley Plant, Essex ini masuk ke dalam kategori Advanced Vehicle Operations (AVO) alias mobil hi-perf yang diproduksi dalam jumlah terbatas. Mesin hasil kolaborasi teknisi Ford dengan tuner Cosworth yang diusungnya sukses mengantarkan Timo Makinen, Roger Clark, Bjorn Waldegard dan Hannu Mikola menjadi jawara RAC Rally alias Wales Rally 1975 sampai 1979.

9. Alpine A110

Sinergi antara Renault dengan Alpine melahirkan beragam gelar juara di berbagai ajang reli. Membesut Alpine 110 bermesin dengan blok alumunium Renault 16 plus duet karburator Weber 45, Ove Andersson merajai ajang Reli Monte Carlo di 1961. Kiprah Alpine-Renault terus berlanjut dua tahun kemudian saat Jean-Piere Nicolas, Jean-Francois Piot dan Jean-Luc Therier berhasil meraih posisi 1-2-3 di ajang WRC Tour de Corse 1973.

10. Mini Cooper S Works

Setelah mendebut, Mini langsung membuktikan potensinya dengan menggandeng tuner bernama John Cooper. Hasilnya adalah sebuah Mini Cooper S Works berkelir merah yang mampu meraih gelar perdana di ajang Tulip Rally (1962). Namun yang paling membekas adalah saat Paddy Hopkirk berhasil memenangkan Reli Monte Carlo (1964), sebuah ajang yang didominasi Mini dalam kurun waktu empat tahun kemudian. Bahkan, di 1966 tiga unit Mini yang mengisi posisi 1-2-3 terpaksa didiskulifikasi lantaran bohlam lampu depannya tidak standar.

 

1 2 3