Orisinalitas dan sejarah tentunya menjadi dua tolak ukur untuk menentukan nilai sebuah barang klasik, khususnya motor klasik. Tak heran jika harga jual motor-motor dengan historical value tertentu melambung tinggi. Seperti yang beberapa waktu lalu terjadi di gerai lelang Bonhams. Satu unit Vincent Black Lightning 1951 berhasil terjual lebih dari Rp. 12 Milyar!

Bukan sembarang motor. Motor yang satu ini adalah salah satu dari 31 unit Vincent Black Lightning yang diproduksi oleh Vincent-HRD sebelum pabrikan ini bangkrut di 1952. Tidak hanya itu. Motor berkapasitas 1.000cc tersebut dibuat khusus oleh pabrikan asal Stevenage, Inggris dimaksud berdasarkan pesanan pembalap Grand Prix asal Australia bernama Tony McAlpine.

Di 1953, Vincent Black Lightning ini menjadi buah bibir di kalangan penggiat land speed record setelah Jack Ehret berhasil melaju dengan kecepatan 227 km/jam di Gunnedah, Australia Barat dan mematahkan rekor saat itu.

Sejatinya, sejak dikenalkan di 1948 Vincent Black Lightning telah digadang sebagai motor produksi masal paling kencang di dunia. Dibuat dengan mengadopsi desain Vincent Black Shadow, motor ini dibekali mesin OHV V-Twin yang didesain oleh Phil Irving yang kemudian terkenal setelah meracik mesin RB620 V8 yang disematkan di mobil F1 milik Repco-Brabham.

Selain Black Lightning pacuan Jack Ehret, motor lain yang juga tidak kalah pamornya adalah Vincent Black Lighhtning yang dipacu oleh Rollie Free di Bonneville Salt Flats di 1948.