Bukan tanpa alasan PT Mercedes-Benz Distribution Indonesia (MBDI) tidak melaporkan hasil penjualannya (wholesales) ke Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (GAIKINDO). Pasalnya bagi Mercedes-Benz, angka penjualan merupakan sebuah hal yang keramat dan tidak bisa dimunculkan ke publik.

Akibatnya GAIKINDO memutuskan untuk memecat Mercedes-Benz dari daftar keanggotaan sejak Kamis 15 Februari 2018 lalu karena tidak melaporkan angka penjualan dari pabrik ke dealer sejak April 2017 lalu. Lantas Roelof Lamberts, President Direktur PT Mercedes-Benz Distrubtion Indonesia buka suara atas sikap perusahaan yang tidak menyerahkan data penjualan wholesales kepada Gaikindo sejak 10 bulan lalu.

Lamberts mengatakan pihaknya tidak melaporkan penjualan kepada Gaikindo karena arahan dari perusahaan induk Daimler AG di Jerman yang mengklasifikasikan informasi dan data penjualan sebagai hal yang rahasia sehingga tak dapat diungkapkan. Menurut kebijakan Daimler AG, pihaknya hanya bisa memberikan data penjualan kepada pemerintah sebagai pihak berwenang untuk mempublikasi data, bukan oleh GAIKINDO.

“Jadi ketidaksetujuan pada publikasi data pada website Gaikindo. Kami pada saat itu sama-sama mencari solusi,” kata Lamberts.

Sementara itu, pihak Gaikindo mengklaim berhak mendapatkan data penjualan berdasarkan Peraturan Menteri Keuangan Nomor 79 Tahun 2013. Gaikindo pun berkewajiban melaporkan hasil penjualan wholesales anggotanya kepada Kementerian Keuangan terkait pajak, dan Kementerian Perindustrian untuk volume penjualan.

Tidak ada jalan tengah, maka GAIKINDO memutuskan hubungan keanggotaan Mercedes-Benz dengan pihaknya sebagai jawaban.