Tata Motors makin fokus memasarkan kendaraan komersial. Sejak Juli 2015 lalu, perusahaan otomotif asal India tersebut telah mencanangkan program ‘Tata Masuk Desa’ guna menguasai pasar kendaraan komersial di pelosok. Lalu, bagaimana Tata Motors melihat calon kosumennya disana?

Beda dengan konsumen mobil penumpang yang datang dari berbagai kalangan, konsumen mobil komersial Tata Motors kebanyakan ialah para pebisnis. Latar belakang itulah yang membuat perbedaan pola pikir diantara kedua segmen tersebut.

“Konsumen mobil komersial lebih logis ketimbang mobil penumpang,” jelas Biswadev Sengupta, President Director, PT Tata Motors Distribusi Indonesia (TMDI) kepada media di booth Tata Motors pada ajang pameran GIIAS 2015, Senin (24/8).

Ia menambahkan, tak banyak yang jadi pertimbangan calon konsumen kendaraan komersial. Karena mereka pebisnis, perhitungan ekonomilah yang utama. “Yang penting usaha mereka lancar dengan cara save money. Keuntunganlah yang diutamakan,” tukas Biswadev.

Faktor yang biasanya jadi pertimbangan kalangan pebisnis diantaranya keiritan bahan bakar dan harga suku cadang. Khusus komponen suku cadang, Tata Motors bahkan berani menjamin komponen asli mereka lebih terjangkau dibanding banderol kompomen tiruan merek kompetitor.

Sebagai pemain baru di pasar otomotif Tanah Air, strategi Tata Motors menyasar konsumen di pedalaman sempat dipertanyakan. Mengingat kebiasaan konsumen Indonesia yang cenderung fanatik pada merek lama.

Sementara itu, Tata Motors menyangkal kalau manuvernya fokus pada kendaraan komersial merupakan pelarian dari lesunya pasar kendaraan penumpang. “Justru karena permintaan pasar yang menuntut Tata Motors fokus memasarkan komersial, bukan pergi dari penumpang. Kendaraan penumpang Tata Motors tetap ada,” pungkas Biswadev.

Dengan luasnya portfolio produk yang dimilikinya, Tata Motors justru merasa bisa bebas bermain di segmen apa saja.