Menjelang balapan MotoGP Argentina, Sabtu (19/4/2015), tim Yamaha dan Ducati disibukkan oleh masalah konsumsi bahan bakar. Pasalnya, kedua tim belum menemukan pengaturan bahan bakar yang efisien.

Pemimpin klasmen saat ini, Valentino Rossi mengeluhkan masalah tersebut. “Konsumsi bahan bakar di atas 280 km perjam tinggi dan ini jadi faktor penting.” jelasnya. “Mungkin untuk Ducati, kehilangan dua liter dari 24 jadi 22 bukan masalah besar, tapi untuk Yamaha, berubah dari 22 ke 20 liter sangat signifikan.” sambung Rossi, dikutip dari laman Auto Evolution.

Aturan ini memaksa mekanik Yamaha untuk membatasi ‘lari’ motor pembalapnya. Agar bahan bakar yang dibawa cukup untuk menyelesaikan lomba. Sedangkan bagi Ducati, balapan di Amerika minggu lalu adalah kali pertama mereka menggunakan 20 liter bahan bakar. Tak ada masalah pada motor Dovizioso tapi motor Iannone mogok di Turn 1 sesaat setalah balap usai.

Sementara, menurut Auto Evolution, Honda dinilai sebagai tim dengan manajemen konsumsi bbm paling baik. Pada balapan terakhir motor Marquez tampil sempurna dan tidak ada gejala isu bahan bakar. Malah, ia masih punya sisa bahan bakar untuk melakukan putaran selebrasi. Santi Hernandez, mekanik yang menggawani paddock Honda dinilai sebagai orang paling berperan.

Peraturan MotoGP mengharuskan tim yang masuk kategori Factory Option with Concession seperti Ducati mengurangi jumlah bahan bakarnya setelah meraih podium di balap sebelumnya. Masalah ini masih bisa diatasi berkat kesempatan pengembangan yang dimiliki. Tantangan sebenarnya ada pada Yamaha yang masuk kategori Factory Option Full Force karena sama sekali tidak diperbolehkan melakukan pengembangan sepanjang musim.