Joen Boediputra tampak santai pada malam itu. Mengenakan baju muslim berwarna putih, dirinya hadir di tengah-tengah tamu dalam acara buka puasa yang berlangsung di sebuah rumah makan Padang di bilangan Sudirman, Jakarta Selatan, Rabu, 7 Juni 2017.

Sebagai sosok penting di sebuah perusahaan raksasa otomotif Tanah Air, dirinya pun menjadi incaran wartawan untuk dimintai keterangan. Sebagian besar pertanyaan yang datang kepadanya berkaitan dengan kemungkinan hadirnya generasi terbaru legenda MPV Isuzu, Panther.

Produk yang terakhir kali memperoleh penyegaran pada 2010 dan dirasa sudah patut dirombak. Dari pernyataan yang diutarakan Chief Executive Officer (CEO) PT Astra International – Isuzu itu diketahuilah sejumlah poin yang membuat regenerasi Isuzu Panther dinilai terlambat.

Ada semacam dilema yang dihadapi pihak prinsipal ataupun Isuzu di Indonesia.

Kepada wartawan dirinya tak menampik bahwa sebelum-sebelumnya prinsipal Isuzu tak memprioritaskan produk kendaraan penumpang.

Namun, Joen memastikan paradigma itu sudah berubah sejak dua tahun lalu. Di mana prinsipal mulai melakukan riset dan pengembangan produk kendaraan penumpang secara lebih serius.

“Sesuai dengan komitmen dari prinsipal kami, mereka sudah dari tahun 2015 mulai concern terhadap passanger car. Yang selama ini passanger agak dilupain. Panther yang selama ini diadaain hanya concern-nya dari Astra. Dari prinsipal kita mulai 2015 sudah melakukan R&D lebih serius di passanger.”

Kabar gembiranya lagi, proses lahirnya produk MPV terbaru dari Isuzu itu dikatakan sudah hampir rampung. Bahkan, bukan sekali pula Joen menyebut adanya kemungkinan produk tersebut dilepas dalam waktu dekat.

Namun, yang menjadi ganjalan lain adalah soal standar emisi gas buang yang berlaku di Indonesia.

Kebanyakan produk Isuzu yang beredar di luar negeri sudah EURO 4. Sementara itu Indonesia baru akan menerpakan standar EURO 4 pada 2021 nanti. Masih kata Joen, prinsipal Isuzu sempat meminta Indonesia untuk menunggu sampai infrastuktur EURO 4 di sini siap. Yang ternyata hal itu bikin gerah pihak PT Isuzu Astra Motor Indonesia (IAMI).

“Kita gak mau nunggu, secepatnya mereka bantu kita bisa nge-launch. Karena Panther ini sudah terlalu lama.”

Sehingga pilihannya prinsipal melakukan modifikasi mesin agar sesuai dengan kondisi BBM di Indonesia saat ini. Seandainya mau meluncurkan dalam waktu dekat. Tentunya ini keputusan yang berat karena mengharuskan investasi khusus.

Lantas, kenapa tidak diluncurkan saja produk dengan mesin EURO 4 sambil menunggu 2021 nanti Indonesia siap dengan standar itu?

“Prinsipal kita gak mau. Jadi kalau memang mereka mau ijinin kita, dia mesti lakukan modifikasi di engine. Jadi emisinya diturunin. Kalau kita ngomongin MU-X, MU-X itu di luar sudah EURO 4. Jadi mereka dibuat khusus untuk Indonesia segmen.”