Menyusul ditundanya beberapa kompetisi balap internasional dan penghentian produksi di fasilitas perakitan beberpa merek kendaraan akibat wabah virus Corona atau COVID-19, kini giliran Jaguar Land Rover yang juga mengumumkan pernyataan serupa. Terkait COVID-19 yang terus berkembang di beberapa dunia, fasilitas produksi Jaguar Land Rover di Inggris menyatakan untuk menghentikan operasionalnya untuk sementara waktu hingga kondisi berangsur pulih.

Korporasi prinsipal Jaguar Land Rover tersebut menyebutkan bahwa paling cepat fasilitas produksinya akan kembali beroperasi pada 20 April 2020 mendatang. Namun pihaknya  akan melakukan pemantauan terlebih dahulu dengan melihat perkembangan situasi yang ada.

Sebagai bentuk tanggung jawab dari perusahaan, Jaguar Land Rover beroperasi sejalan dengan arahan dari NHS dan Badan Kesehatan Masyarakat Inggris untuk meminimalkan penyebaran dari COVID-19, selagi merencakan untuk melindungi kontinuitas perusahaan. Perusahaan akan melanjutkan produksi ketika kondisi memungkinkan.

Selain di Inggris, keputusan yang sama juga dilakukan oleh Jaguar Land Rover untuk menutup pabriknya di Nitra, Slovakia sejak 20 Maret 2020 ini dan juga pabrik Magna Steyr bahwa operasional pabrik di Graz, Austria dihentikan hingga 30 Maret. Berbeda dengan pabrik Jaguar Land Rover di Brazil dan India tetap beroperasi. Pabrik joint venture di Cina dibuka pada tanggal 24 Februari lalu, karena keadaan di Cina sudah berangsur normal.

Walaupun fokus perusahaan tetap pada bisnis dan tanggung jawab terhadap karyawan, namun Jaguar Land Rover tetap berupaya untuk melakukan apapun yang mereka bisa untuk membantu masyarakat untuk melewati situasi saat ini. Hati dan pikiran para pemangku jabatan di pabrikan bersama mereka yang terkena dampak langsung dari COVID-19 dan para petugas medis, yang perannya aktif dalam menanggulangi virus ini sangat mereka hargai.