Serial televisi Knight Rider yang sukses di era 80 – 90’an telah membawa impian baru di dunia otomotif dengan sebuah mobil yang dapat berbicara. Sebuah Pontiac Trans-Am berteknologi tinggi bernama KITT adalah dambaan setiap orang. Sebuah mobil super yang memiliki performa luar biasa dan sanggup berkomunikasi dengan pengemudinya.

Usah terlalu kuatir tentang kemustahilan ide tersebut, pasalnya Jaguar Land Rover kian futuristik dengan kendaraannya. Setelah meluncurkan purwarupa  augmented reality yang ditampilkan tepat di kaca depan mobil, kini mereka kembali mengagetkan publik dengan Jaguar Mind Sense. Inovasi terbaru tersebut adalah sistem pemantau gerakan otak pengemudi, atau bisa dibilang sistem yang dapat membaca pikiran sang pengemudi.

Seperti yang dijelaskan Jaguar, otak manusia menghasilkan empat tipe gelombang dominan yang masing-masing bergantung kepada kondisi aktivitas mental. Gelombang otak seseorang dapat mengindikasikan entah dia sedang terjaga, melamun, mengantuk atau sedang teralihkan konsentrasinya. Dalam dunia medis, gelombang-gelombang tersebut dapat dipantau menggunakan sensor yang diletakkan tepat di kepala sang pasien.

Jaguar mencoba menghadirkan sensor yang sama di setir kemudi yang dapat membedakan aktivitas gelombang otak dari impuls-impuls elektrik sistem syaraf. Jika ditemukan aktivitas otak berada dalam indikasi melamun atau konsentrasi lemah, setir kemudi atau pedal bisa bergetar untuk meningkatkan kesadaran pengemudi. Selain itu Mind Sense juga dapat memberikan icon peringatan ataupun suara, yang pasti semua cara komunikasi akan dikerahkan untuk memastikan sang pengemudi menjadi awas akan bahaya-bahaya yang mengancam.

Lebih lanjutnya, Dr. Wolfgang Epple, JLR Director of Research and Technology memaparkan bila Mind Sense juga akan berkolaborasi dengan Wellness Seat. Jok ini dapat mendeteksi detak jantung dan frekuensi nafas. Informasi ini dapat digunakan untuk mendeteksi penyakit mendadak yang dapat dialami oleh pengemudi. Bila insiden ini terjadi, fitur pilot otomatis akan segera mengambil alih. Sensor stress tersebut Juga dapat menenangkan pengemudi yang gelisah melalui pengubahan mood cahaya, musik dan suhu di dalam kabin.

Paket pelengkap yang terakhir adalah sebuah kamera yang ditaruh di mobil untuk mendeteksi gerakan tangan sang pengemudi. Hal ini dinilai akan dapat mengurasi distraksi pengemudi dengan meminimalisir waktu mata melihat dasbor atau layar infotaimen. Sistem ini akan melakukan operasi dengan mengeksekusi sistemnya secara langsung.

Menurut Jaguar, seleksi tombol dan eksekusinya akan dilakukan di udara. Seperti di film-film futuristik, nantinya pengemudi akan merasakan sensasi “seolah-olah menyentuh” dengan sinyal elektronik. Rasanya seperti menyentuh sungguhan namun berada di udara.

Meski dinilai inovatif, tetap saja teknologi ini masih berada dalam pengembangan. Jaguar pun masih belum berani melansir rentang waktu perilisannya. Namun inilah jawaban yang paling masuk akal untuk membantu para pengemudi mengurangi distraksinya saat berkendara.