Motor klasik cukup digemari saat ini, namun tidak semua jenis klasik. Semisal pada pabrikan motor Jepang dengan label Suzuki, beberapa line up produk menjadi daftar bagi kolektor untuk dimiliki. Alasannya bukan hanya pada penampilan melainkan dapurpacu yang pada masanya terbilang ganas.

Dengan jumlah yang tidak banyak harga yang ditawarkan juga cukup merogoh kocek terlebih jika tampilan dari motor sudah masuk kategori restorasi dengan komponen original.

Suzuki TS 125 ER

Foto: Jual Beli Trail

Mengaspal di Indonesia pada tahun 1993, motor yang punya bobot 105 kg ini punya postur jangkung dengan ground clearence 235 mm. Motor ini makin ciamik setelah dipersenjatai dengan mesin 2 tak 125cc bertenaga 13 hp dilengkapi dengan teknologi Reed Valve System.

Suzuki RC100 Sprinter

Foto: Otosia

Mengaspal pertama pada tahun 1988, Suzuki RC100 Sprinter disematkan predikat buyut motor ayago di Indonesia. Mengusung lumbung pacu 2 tak berkapasitas 99,6cc, bebek legendaris ini sudah mengadopsi teknologi Jet Cool.

Suzuki Crystal

Foto: Kobayasyoga

Jadi pelopor motor bebek 110cc di medio 1990, Suzuki Crystal hadir untuk menggeser dominasi Yamaha Alfa yang punya mesin 105cc. Sama seperti pendahulunya, bebek yang punya footstep terpisah dengan swing arm ini juga dibekali teknologi pendingin Jet Cooled.

Suzuki Satria 120R

Foto: Pinterst

Punya basis mesin milik RG Sport, motor yang punya kapasitas mesin 120cc dengan transmisi 6-speed inilangsung jadi idola remaja era 90-an akhir. Selain mengadopsi mesin tegak, bebek bengis ini juga kerap jadi andalan di balap pasar senggol dalam negeri.

Suzuki RGR 150 Sprinter

Foto: Kompas

Generasi pertama Suzuki RGR 150 yang hadir di 1990 masih jadi idaman Bang Gilmot sampai sekarang. Pasalnya selain dibekali mesin 150cc, motor ini juga sudah mengusung teknologi SIPC (Suzuki Intake Pulse Control) dan SSS (Suzuki Super Scavenging System). Memiliki power 24 hp pada 10.000 rpm dengan torsi 17 Nm pada 8500 rpm, mendapatkan 6 percepatan.