Motor dengan kapasitas 400cc keatas masuk dalam kriteria motor besar. Di Indonesia banyak banget nih lineup motor dengan kapasitas mesin diatas 400. Mulai dari pabrikan Jepang, India hingga Eropa.

Sementara dari sisi bobot, motor besar bisa mencapai 390kg sedangkan untuk motor reguler biasanya memiliki bobot dibawah 180kg. Perbedaan bobot ini membuat teknik dalam mendirikan usai terjatuh juga berbeda.

Jika Anda tidak menguasai teknik mendirikan motor saat terjatuh, tentunya akan berbahaya untuk diri sendiri. Beberapa pengguna big bike biasanya hanya mengandalkan kedua otot tangan dan yang terbesarnya itu menggunakan otot punggung. Pada kenyataannya porsi otot yang paling besar saat mendirikan motor yang memiliki beban berat yaitu bertumpu di kedua otot paha.

Ludhy Kusuma selaku Safety Riding Development Section Head PT Daya Adicipta Motora mengatakan “Sangat berbahaya apabila kita lebih besar menggunakan otot punggung, ini bisa menyebabkan cedera pada bagian punggung. Sedangkan seharusnya otot tangan hanya untuk membantu saja,” ungkap Ludhy.

Langkah pertama saat ingin membangunkan motor tentunya Anda harus dalam keadaan sehat, tenang dan pastikan kondisi aman dari lalu lalang kendaraan lain. Jika motor dalam keadaan masih menyala, Anda bisa lebih dulu mematikan kunci kontak dan jika motor memiliki kran tangki bensin posisikan kran dalam keadaan off.

Posisi Motor Saat Terjatuh

Perhatikan lebih dulu posisi motor saat terjatuh, karena kedua teknik ini punya cara yang sedikit berbeda. Jika sepeda motor terjatuh ke sebelah kanan turunkan standar samping disebelah kiri sebagai tumpuan ketika motor sudah dalam keadaan posisi 90 derajat. Selanjutnya masukan gigi satu untuk mencegah motor tidak bergerak atau bergulir usai berdiri. Jika motor tersebut jenis fairing, posisi setang motor ditekuk ke arah kanan dimana handle bar atau throttle bar mendekat ke tangki.

Saat akan mendirikan motor, bagian punggung bawah menempel ke jok pengendara dalam posisi jongkok. Fungsinya untuk bersandar bukan mendorong, usai tubuh dalam setengah jongkok dan pandangan mata harus sejajar eyes level atau garis mata. Posisi tangan kiri ada di handel bar dan tangan kanan mencari sisi buritan yang kuat. Dan kedua siku tangan ditekuk kurang lebih sekitar 160 derajat.

Berlanjut dengan mendirikan motor secara perlahan. Kekuatan titik tumpu saat mendirikan sepeda motor harus dirasakan dari kedua otot paha. Usai berdiri 90 derajat , motor akan rebah ke sisi kiri. Lepaskan motor secara bertahap supaya motor bertumpu dengan standar samping, lalu stang motor ditekuk ke kiri arah gravitasi.

Runtutan teknik jatuhnya motor ke sebelah kiri hampir sama dengan teknik sebelumnya. Hanya saja menjelang arah 90 derajat, Anda bisa bergerak cepat membalikan badan dengan melepas tangan kiri yang memegang buritan. Membalikan badan diimbangi dengan gerakan kaki yang mengungkit standar samping jadi tumpuan motor.

Tidak ada salahnya cara membangunkan big bike ini anda praktekan terlebih dulu sebelum menggunakannya agar bisa mengantisipasi cidera pada otot. Tim safety riding Honda juga kerap memberikan pelatihan ini dalam sesi safety riding yang tentunya bisa Anda ikuti.