“Shell Advance – Libas Tantangan Kita” merupakan kampanye terbaru dari perusahaan pelumas ini di Indonesia. Inisiatif ini merupakan bagian dari kampanye global “Shell Advance – Outride Anything” yang dirilis pada 2018 lalu dengan tujuan untuk memberikan dukungan dan semangat positif kepada para pengendara motor yang berani melibas tantangan dalam kesehariannya.

Dalam kampanye “Libas Tantangan Kita”, Shell menggandeng Mansetus Balawala, pelibas tantangan dari Larantuka, NTT yang memiliki inisiatif untuk meminjamkan motor dan memberikan pelayanan perawatan mesin motor berkala secara gratis untuk membantu para bidan, dokter dan mantri di Larantuka, NTT menjalankan tugas mereka.

Larantuka adalah sebuah kecamatan yang sekaligus ibu kota kabupaten Flores Timur dan merupakan salah satu dari empat pulau besar di provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT). Secara geografis, Larantuka berada di bawah kaki gunung Mandiri yang merupakan wilayah pesisir. Sebagian masyarakat Larantuka masih tinggal di daerah perbukitan yang minim akses transportasi.

“Dengan mengendarai motor, para bidan, mantri, dan dokter dapat lebih cepat dan lebih mudah menjangkau warga terutama saat situasi mendesak,” ujar Mansetus, yang sejak tahun 2007 menjadi ketua YKS NTT.

Upaya Mansetus tak hanya sampai disitu karena ia juga memberikan pelatihan berkendara bagi bidan dan mantri, serta menyediakan jasa bengkel gratis bagi motor-motor yang dipinjamkan kepada petugas. Terkadang Mansetus pun membantu mengantarkan dokter dan bidan setempat menembus wilayah pedalaman untuk memberikan pelayanan kesehatan.

Hingga saat ini, YKS NTT telah memiliki 14 sepeda motor yang siap membantu para petugas kesehatan mendatangi dan memberikan layanan kesehatan bagi masyarakat Larantuka.

Dian Andyasuri, Direktur Pelumas PT Shell Indonesia mengatakan,”Melalui kampanye “Libas Tantangan Kita” Shell Advance ingin memberikan dukungan, menyebarkan semangat positif dan mengajak para pengendara motor untuk berani melibas tantangan dan melalui rintangan untuk meraih kesuksesan dan membantu sesama.”