Seiring dengan kian maraknya agenda touring saat liburan panjang datang, ditambah momentum mudik lebaran, ajakan untuk berpetualang dengan  motor kesayangan semakin gencar. Sebenarnya sih tidak masalah untuk meluangkan waktu di jalan, namun perlu diingat juga bila kesehatan harus jadi yang utama. Pasalnya ketahanan tubuh kala berkendara juga ada batasnya.

Menurut dr. Eko Suryo, Sp.S, dokter spesialis saraf alumni Universitas Gajah Mada, seperti dikutip dari diskusi Carmudi dengan para ahli, Mengendarai sepeda motor jarak jauh dapat memberikan dampak buruk. Duduk berjam-jam dapat mengganggu sistem metabolisme tubuh dan bila ditambah dengan stress dapat meningkatkan kadar gula darah. Belum lagi ditambah dengan keluhan nyeri leher dan tulang punggung bagian bawah atau low back pain karena kelelahan.

“Keadaan jalan berlubang dan tidak rata meningkatkan risiko terjadinya penekanan pada struktur tulang dan saraf yang akan menyebabkan nyeri hebat,” jelas dr. Eko.

Maka dari itu disarankan utuk mengenali keterbatasan tubuh ketika berkendara motor. Dalam kesempatan yang berbeda Edo Rusyanto, Koordinator Jaringan Aksi Keselamatan Jalan (Jarak Aman), memberikan tips-tips singkatnya. Alasannya sederhana, para pengendara sepeda motor sering mengabaikan batasan waktu berkendara.

“Disarankan setiap 3 jam berkendara sepeda motor, kita beristirahat selama 15 menit atau 30 menit. Hal ini berkaitan dengan menurunnya reaksi pengendara sepeda motor menghindari rintangan di jalan raya karena kelelahan otot mata dan tubuh.”, jelasnya.

Edo berpendapat bila hal ini dikakukan, niscaya resiko kecelakaan di jalan raya akan dapat berkurang. Bukan sebuah hal yang sulit bila dilakukan dari diri sendiri terlebih dahulu. Pasalnya di Indonesia kesadaran dan pemahaman berkendara yang baik dan aman masih rendah sehingga memicu tingginya angka kecelakaan lalin yang melibatkan sepeda motor.